Categories: MIMIKA

1900 Kura-Kura Moncong Babi Dilepasliarkan

MIMIKA – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) melepaskan 1900 ekor kura-kura moncong babi (Carettochelys Insculpta). Kura-kura moncong babi ini berstatus EN (endangered) yaitu, terancam punah apalagi bila diperdagangkan tanpa pengatuan.

Kabid teknis balai besar KSDA Papua, Yulius Patita menyebutkan, ribuan kura-kura itu dilepasliarkan di hutan adat kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Selasa, 7 Mei 2024.

Ia mengatakan, hewan ini menjalani translokasi pada tanggal 06 Maret 2024 ke Kabupaten Mimika melalui BKSDS DKI Jakarta. Kemudian ada proses habituasi di kandang Mile 21 PTFI hingga tiba waktu pelepasannya hari ini.

Dia juga menjelaskan, asal usul ribuan satwa endemik Papua ini adalah hasil sitaan dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.

“Hewan ini disita di Bandung, Jawa Barat. Kasusnya sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang dan sudah menjalani persidangan,” kata Yulius saat dikonfirmasi, Rabu (8/5/2024).

Yulius melanjutkan, pelepasliaran satwa ini merupakan bagian dari proses hukum di mana setiap perjalanan hingga pelepasan hewan ke habitatnya didokumentasikan untuk selanjutnya dilaporkan ke Kejaksaan Naegeri Tangerang.

Ia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada PTFI yang selama ini berupaya memberi dukungan dalam proses penyelamatan keanekaragaman hayati dan lingkungan.

“PTFI divisi lingkungan selama ini sangat konsen terhadap pelestarian satwa sehingga selalu memberikan konstribusi terus-menerus mulai dari translokasi hingga waktu pelepasliaran,” tambahnya.

Sementara itu, Manajer Enviromental Central System and Project PTFI, Pratita Puradyatmika menyebut, PTFI telah menjalin kerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua untuk relokasi dan pelepasliaran satwa sejak tahun 2006.

“Hingga kini, PTFI telah mendukung pelepasliaran lebih dari 55.000 satwa dilindungi, endemik, dan terancam, ebali ke habitat alaminya,” ujar Pratita.

Bukan hanya kura-kura moncong babi, tetapi juga jenis-jenis satwa lainnya termasuk berbagai jenis burung kanguru tanah seperti walabi dan pademelon juga jenis-jenis reptil. Semua itu telah mendapatkan dari PTFI dalam program pelepasliaran.(mww)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

4 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

4 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

5 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

5 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

6 hours ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

6 hours ago