Categories: SENTANI

Kegiatan Masyarakat di Tempat Umum Diperpanjang Sampai Pukul 14.00 WIT

Tim gugus tugas penanganan Covid 19 Kabupaten Jayapura saat melakukan razia terhadap aktivitas masyarakat yang masih berjualan di luar waktu yang ditetapkan Pemkab Jayapura, Selasa (24/3). (FOTO: Robert Mboik Cepos )

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE,M.Si melalui gugus tugas merevisi kembali penerapan aturan pembatasan waktu terhadap kegiatan kegiatan di tempat umum. Jika sebelumnya kegiatan di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, kios, toko dan tempat umum lainnya dibuka dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIT, kini diperpanjang sampai pukul 14.00 WIT.

“Ini sudah direvisi pambatasan itu sampai pukul 14.00 WIT ,” ungkap Bupati Mathius di Sentani, Rabu (25/3).

Sebagaimana diketahui, Senin (23/3), Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Jayapura melalui sekretariat daerah  telah mengeluarkan surat edaran nomor 592.2/24/56/SET, untuk masyarakat Kabupaten Jayapura terkait  pembatasan kegiatan di tempat tempat umum. Di mana secara khusus surat edaran itu meminta kepada seluruh masyarakat  yang ada di Kabupaten Jayapura  untuk ikut serta dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona di Kabupaten Jayapura. 

Melalui surat edaran itu menegaskan tentang  pembatasan waktu pelayanan dan jam kerja  bagi para pelaku usaha, supermarket, pemilik toko, kios dan toko obat, rumah makan dan masyarakat pelaku usaha di pasar untuk memulai dari pukul 08.00 sampai pikul 12.00 WIT. 

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu, keputusan dalam surat edaran itu secepatnya direvisi menyusul adanya hasil rapat bersama dengan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Provinsi Papua bersama Gubernur Papua yang dilaksanakan di Gedung Negara, Selasa (23/3).  

“Kita sesuaikan dengan waktu ditetapkan gubernur sampai pukul pukul 14.00 WIT,”jelasnya.

Dia menegaskan, keputusan itu  resmi  mulai diberlakukan pada, Kamis (26/3), sesuai jadwal yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Papua. 

“Apotik dibuka 24 jam, tidak dibatasi. Kalau supermarket, swalayan, rumah makan, pasar dan lainnnya tetap diatur jam pelayanannya,” bebernya.

Dia berharap, keputusan pemerintah terkait pembatasan jam aktivitas khusus kegiatan perekonomian dan kegiatan perkumpulan  masyarakat itu harus dipahami dan didukung oleh seluruh masyarakat yang ada. 

“Ini harus dilaksanakan, pembatasan ini untuk kebaikan kita semua. Tentunya melalui gugus tugas yang sudah dibuat Pemkab Jayapura pencegahan ini harus benar-benar kita upayakan, itu bukan saja tugas pemerintah, tapi semua elemen masyarakat yang ada,” tambahnya. (roy/tho)

newsportal

Recent Posts

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

29 minutes ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

59 minutes ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

1 hour ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

2 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

2 hours ago

Tokoh Agama Papua Padukan Langkah Demi Kemanusiaan dan Perdamaian

   Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…

3 hours ago