

Para murid SD sedang menampilkan tarian budaya Lembah Baliem dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional di Gedung Ukumiarek Asso Wamena, Selasa, (24/5), kemarin. (FOTO: Denny/ Cepos )
WAMENA—Guna mendukung pembelajaran muatan bahasa daerah yang mulai diterapkan pada tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD se-Kabupaten Jayawijaya, di Gedung Ukumiarek Asso Wamena, Selasa, (24/5). Tujuannya agar pada siswa dapat kembali mengenal budaya di Jayawijaya.
Sekda Kabupaten Jayawijaya, Thony M Mayor SPd, MM menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijya mengharapkan FLS2N tingkat Kabupen Jayawijaya ini bisa berjalan baik, tak hanya sampai di sini saja, tetapi harus berkelanjutan.
“Harapan kami kepada dinas pendidikan, kegiatan seperti ini harus berkelanjutan, karena kita lihat, anak -anak kita sangat antusias, apalagi hampir 2 tahun tak ada aktivitas karerna pandemi Covid -19,” ungkapnya, Selasa (24/5) kemarin.
Beberapa waktu lalu, bupati sudah menekankan agar tahun ajaran baru, kurikulum muatan lokal bahasa daerah sudh bisa diajarkan di sekoah-sekolah.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Natalis Mumpu, Amd, S.sos menyatakan, pelaksanaan FLS2N ini dilakukan menggunakan DIPA dari Dinas Pendidikan untuk mengembangkan seni dan budaya lokal di Jayawijaya. Pihaknya menilai, generasi saat ini semakin lama semakin melupakan budayanya, sehingga perlu ditingkatkan sesuai kultur dan budaya Pegunungan Tengah Papua.
Sementara untuk peserta yang tampil ini hanya dari sekolah tingkat SD yang ada di zona 1, tidak melibatkan zona II hingga zona IV, pentas ini juga ada kaitannya dengan pembelajaran muatan lokal, khususnya bahasa daerah yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru ini.
“Budaya lokal ini tidak hanya ditampilkan dalam festival ini saja, tapi mereka akan belajar juga dalam satuan pendidikan, khsusunya bahasa daerah, Bupati Jayawijaya sudah mendorong itu, pemerintah tak ingin budaya lokal ini hilang,”kata Mumpu.
Sementara persiapan penerapan pembelajaran bahasa daerah ini, untuk dinas pendidikan sudah siap mendistribusikan buku -buku untuk pembelajaran bahasan daerah ke satuan pendidikan yang ada.
“Kami sudah mempersiapkan buku dan pengajar yang akan membantu mengajarkan bahasa daerah juga sudah ada. (jo/tho)
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…
Selain itu, bermain sepak bola juga lazim dilakukan di berbagai lokasi terbuka, situasi yang menurutnya…