Categories: MERAUKE

Kajian Segera Dilakukan untuk Kosongkan Rumah Dinas

MERAUKE-Pemerintah Kabupaten Merauke akan segera melakukan kajian untuk pengosongan rumah dinas yang sampai sekarang ini ditempati oleh mantan Bupati Merauke dr. Benyamin Simatupang dan Drs Waryoto, M.Si.
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait rumah dinas yang ditempati kedua mantan bupati Merauke dan istri mantan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke Stef Osok, Bupati Romanus mengungkapkan bahwa kajian akan segera dilakukan untuk mengosongkan rumah dinas tersebut.
“Saya lagi mengatur tentang tahapan kajian. Karena mau tidak mau, untuk bangunan-bangunan ini saya mau minta PU untuk melakukan opname. Dari Opname itu nanti kita bisa tahu apakah dari bangunan itu masih bisa apakah kita rehab atau gusur. Dan itu harus kita lakukan opname dulu,” jelasnya.
Jadi pengosongan rumah dinas yang ditempati para mantan bupati tersebut tidak sampai Desember 2021. “Kita mau supaya ada rumah jabatan wakil bupati, rumah jabatan bupati, rumah jabatan sekda. Kemudian gedung negara kita perbaiki. Saya sebagai anak negeri, malu dengan kondisi seperti itu. Masak dari turunan ke turunan kita terus sewa. Jadi untuk abang-abang, senior mohon pengertian. Tidak boleh ada iri hati di sini. Harus gentlemen. Apalagi saya anak Papua yang bicara, kita juga harus tahu diri. Yang punya negara, negara. Yang punya kita, kita punya. Tidak boleh ada berlindung di balik kata saya mengabdi di sini. Bukan begitu. Kita semua bekerja di tanah Papua, kita digaji, sesuai dengan golongan dan kepangkatan untuk ASN. Saya suka koordinasi tapi yang proporsional,” jelasnya.
Menurut dia, mungkin banyak orang yang mengatakan pak Romanus tidak baik, namun ia meminta jangan kejelekan tersebut terus dijadikan turun menurun. “Kita ingin bicara tentang sesuatu yang besar, misalnya provinsi. Wakil bupati saja tidak ada, sehingga logikannya tidak mau. Jadi marilah kita melihat persoalan ini secara proporsional. Kalau saya, minta pengertian saja. Tidak boleh ada orang yang berpikir iri hati, suka tidak suka. Itu tidak rasional. Lagi pula yang tinggal di situ semua mantan pejabat. Harus terima dengan lapang dada. Sebagai mantan aparatur sipil negara, senior itu harus diterima,’’ tandas bupati.
Ditambahkan bupati, bahwa dirinya meminta mengosongkan rumah dinas tersebut karena akan ditata. Sebab, sekitar gedung negara adalah kawasan elit, kawasan nomor satu dan kawasan ruang. (ulo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

SMAN 8 Jayapura Pasca Siswinya Jadi Pembawa Baki Paskibraka Nasional

  Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…

16 hours ago

LAN: Pahami Akar Persoalan, Baru Buat Program!

   Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…

18 hours ago

Tak Kunjung Direnovasi, Warga Dok IX Tagih Janji Mendagri

  “Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…

21 hours ago

Cegah Penyakit Jantung, Aktifkan Deteksi Dini dan Pola Hidup Sehat

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…

22 hours ago

Prioritaskan Program yang Bersentuhan Langsung dengan Masyarakat

   Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…

23 hours ago

Rumah Singgah ODGJ dan Anak Terlantar Diminta Segera Direalisasikan

Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…

24 hours ago