Categories: MERAUKE

Langgar RDTR, Ratusan Izin Bangunan Ditolak

MERAUKE-Pelaksana  Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke  Romanus Sujatmiko mengungkapkan  bahwa  puluhan, bahkan  bisa sampai ratusan bangunan  yang mengajukan rekomendasi  untuk mendapatkan perizinan ditolak  karena melanggar Rencana Detail Tata Ruang  (RDTR). 

    “Bangunan  tersebut melanggar RDTR seperti dibangun di tempat resapan air  atau di atas sepadan drainase. Kami tegas tidak akan memberikan  rekomendasi untu bangunan seperti itu,’’ tandas  Romanus Sujatmiko,  ditemui di ruang kerjanya, kemarin.  

   Mantan Sekretaris  KPU Kabupaten Merauke enggan mengomentari   terkait dengan beberapa pengembang perumahan  yang dibangun di daerah resapan air. “Kalau itu saya kurang tahu karena itu dibangun sebelum kami ada di sini,’’ tandasnya. 

   Romanus Sujatmiko  juga menjelaskan bahwa kebiasaan masyarakat Merauke selama  ini  yakni membangun terlebih dahulu sebelum mengurus izin. Seharusnya, mengurus izin terlebih dahulu  dan setelah mendapatkan  izin barulah membangun.

   “Karena  tadi itu. Kalau  mengurus  perizinan terlebih dahulu, maka  kita bisa cegah bangunan-bangunan  yang  tidak sesuai dengan RDTR tersebut.  Tapi kalau sudah dibangun terlebih dahulu dan ternyata  bangunan itu  masuk dalam zona penghijauan atau resapan air, maka  yang rugi  nanti adalah masyarakat sendiri. Jika tidak sesuai dengan RDTR,  maka bangunan-bangunan tersebut dianggap liar dan bisa dibongkar,” tandasnya. 

  Selain itu,  Romanus Sujatmiko juga menyarankan masyarakat ketika ingin membeli lahan untuk mendirikan suatu bangunan  baiknya  melakukan pengecekan  terlebih dahulu, apakah lahan yang akan dibeli tersebut tidak masuk dalam kawasan terlarang. “Baiknya  mengecek  terlebih dahulu,” terangnya.  

   Romanus Sujatmiko  juga meminta masyarakat yang membangun di areal  resapan  air tersebut  untuk tidak berteriak ketika rumahnya  terendam banjir. “Sudah  tahu kalau itu daerah resapan air lalu membangun di situ. Hujan satu kali,   rumah langsung terendam air dan berteriak minta diperhatikan pemerintah. Sementara  wilayah  itu sebenarnya masuk zona  terlarang untuk berdiri bangunan,” tandasnya. (ulo/tri)    

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Golkar Tetapkan Prabowo Sebagai Capres 2029

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan sikap untuk mendukung…

9 hours ago

Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur Sebagai Wapres

Menurut Rocky, polemik pendidikan Gibran tidak bisa dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sikap negarawan…

10 hours ago

KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP

Beberapa poin yang dipersoalkan oleh pelapor terdiri atas proses penerbitan PKPU Nomor 19 Tahun 2023…

11 hours ago

Penyaluran Dana Pensiun Langsung ke Rekening Pribadi Mulai 2027

​Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa mekanisme tersebut dirancang agar pencairan hak pensiun dapat…

12 hours ago

Belajar Bahasa Mandarin dari Film, Sempat Stress Namun Kini Enjoy

Aurellia Wijaya menggunakan cara sederhana untuk menguasai bahasa Mandarin setelah kuliah di Taiwan. Mahasiswi asal…

13 hours ago

Masyarakat Nafri Tuntut Ganti Rugi Jalan Hamadi–Holtekamp

  Nerlince mengatakan, pembayaran ganti rugi atas lahan tersebut sudah berlangsung beberapa tahun oleh Pemerintah…

16 hours ago