Categories: MERAUKE

Penyerapan Rp 26,4 Miliar Dipertanyakan

Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim,SE bersama beberapa anggota DPRP lainnya disambut Ketua DPRD Merauke, Benyamin Latumahina, didampingi Asisten II Sekda Merauke, HBL Tobing, Kepala Dinas PUPR Merauke, Romanus Sujatmiko dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Marthen Ganna ketika mengecek stadion Katepal, pekan kemarin. ( FOTO: Anderson For Cenderawasih Pos )

JAYAPURA-Melihat sejauhmana persiapan pelaksanaan PON XX tahun 2020 klaster Merauke, Jumat (28/2) Panja Komisi IV DPR Papua melakukan kunjungan kerja dan monitoring ke  Merauke. Lokasi yang dikunjungi Stadion Katalpal dan sirkuit balap motor. 

   Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim,SE bersama beberapa anggota DPRP lainnya disambut Ketua DPRD Merauke, Benyamin Latumahina, didampingi Asisten II Sekda Merauke, HBL Tobing, Kepala Dinas PUPR Merauke, Romanus Sujatmiko dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Marthen Ganna.

  Herlin Beatrix Monim mengatakan pihaknya ingin  melihat sejauh mana proses pembangunan venue di Merauke yang dibiayai Pemprov Papua yakni Stadion Katalpal Merauke dan Sirkuit. 

  “Kami mendengar informasi bulan Juni 2020 ini sudah selesai,  sebagian besar sudah sesuai progress hanya untuk Stadion Katalpal kami belum melihat khususnya penataan lingkungan penunjang stadion Katalpal. Ini akan kami pertanyakan kepada instansi terkait karena kami belum melihat progressnya,” jelas Beatrix seperti rilis yang dikirim ke Cendewasih Pos, Mingg (1/3). 

   Padahal untuk penataan lingkungan penunjang Stadion Katalpal  telah dianggarkan dari APBD Papua sebesar Rp 21,136 miliar. Dan untuk peningkatan jalan masuk stadion sebesar Rp 3 miliar, penanaman rumput lapangan stadion Rp 2,355 miliar, dengan total anggaran mencapai sebesar Rp 26,491 miliar.

   Tim Panja Komisi IV DPRP juga mewanti-wanti agar pembangunan venue itu memperhatikan kondisi tekstur tanah di Merauke dan daerah resapan air. “Kami berharap tidak ada banjir di daerah itu namun penataan drainase harus diperhatikan termasuk rumput di lapangan,” sambung Beatrix.  

   Pihaknya juga akan gelar pertemuan dengan pimpinan DPRD Merauke dan OPD untuk  selanjutnya disampaikan ke Dinas PUPR Papua.  Sementara terkait pembangunan sirkuit balap motor di Tanah Miring pembangunannya baru mencapai 27 persen dan ditargetkan pada Juni 2020 rampung. 

  “Menurut kami ini tidak terlalu sulit dibanding membangun satu gedung, tentu waktu tidak mencukupi waktu, tapi mereka yang mengerjakan menyampaikan sudah pasti Juni 2020 sudah akan selesai sesuai dengan kontrak tapi kami berharap adanya dukungan dari Pemprov Papua dan pemerintah Kabupaten Merauke untuk membiayai penyelesaian venue Cabor Balap Motor,” harapnya. (ade/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Kursi Sekda Papua Memanas

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…

7 minutes ago

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

1 hour ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

2 hours ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

3 hours ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

4 hours ago

Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta Dikontrak Dua Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…

5 hours ago