

Tampak sejumlah homestay yang ada di sekitar area pembangunan patung Yesus yang di Kampung Yowong, Jumat (08/09). (FOTO:Takim/ceposonline)
KEEROM,- Progres pembangunan patung Yesus di Kampung Yowong Kabupaten Keerom sedang dalam tahapan dasar. Saat ini sedang dalam pengerjaan conder pondasi.
“Sudah kontrak berjalan, sementara saat ini masi tahap conder pondasi. Kita harus analisa secara matang karena patung ini nanti sangat tinggi. Patungnya saja 21 meter ditambah pondasi totalnya kurang lebih 25 meter,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Keerom, Rasdy Siswoyo saat ditemui ceposonline.com di kantor Bupati Keerom, Jumat (08/09).
Dengan kondisi area yang dataran tinggi dan angin yang kencang, conder pondasi patung harus dianalisis secara detail sehingga nantinya dasarnya bisa kuat dan kokoh.
“Untuk amalisa conder pondasi ini kita kerja sama dengan Dinas PU yang ahli dibidangnya,” tuturnya.
Sementara untuk patung sudah dibuat dan tempat pembuantannya di Jogja. Dalam waktu dekat Kadispora bersama tim akan mengecek langsung tekstur dan bahan pembuatan patung tersebut.
“Bersama dengan teman-teman dari PU bagian teknik dan Inspektorat, kami akan melihat secara langsung, apakah spek patungnya sesuai dengan isi kontrak, khususnya kualitas bahan yang digunakan,” bebernya.
Kadispora menambahkan untuk progres patung sudah 30 % sementara untuk pengerjaan homestay atau pondok beserta infrastruktur pendukung disekitar area sudah mencapai 80%.
“Kita sangat berharap progresnya bisa berjalan sesuai harapan, makanya kami sangat hati-hati agar tidak terjadi hal yang kita inginkan,” tutupnya.(*)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…