Categories: LINTAS PAPUA

Masyarakat Waropen Kehilangan Tokoh yang Dihormati

WAROPEN – Frans Bisi Wonatorei, tokoh adat dan rohaniawan yang dihormati masyarakat Waropen, lahir di Sanggei pada 18 Februari 1969 dan wafat di Biak pada 8 November 2025. Jenazah almarhum kini disemayamkan di rumah duka, dikelilingi keluarga besar dan warga yang datang memberi penghormatan terakhir.

Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum di Kampung Ronggaiwa, Selasa (11/11). Sekitar pukul 11.40 WIT, Bupati Waropen Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si., bersama Wakil Bupati Yowel Boari, S.Sos., tiba di rumah duka.

Almarhum Pdt. Frans Sibi Wonatorei, M.Th., dikenal sebagai figur yang memegang peran penting di Waropen. Selain menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Kabupaten Waropen, ia juga melayani sebagai pendeta dan memimpin Kampung Ronggaiwa. Dedikasinya dalam menjaga adat, membina masyarakat, serta membimbing jemaat menjadikan sosoknya yang dihormati lintas generasi.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago