Categories: FEATURES

Sudah Semestinya Jalan Utama Koya Barat Dijadikan Dua Jalur

Bincang-bincang dengan Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura Tentang Pengembangan Ruas Jalan Utama Koya Barat

Pembangunan yang sangat masif dilakukan di Distrik Muara Tami khususnya Koya Barat membuat akses jalan yang sebelumnya lebar, kini serasa kecil, Pemkot Jayapura mengembangkan jalan utama Koya Barat menjadi dua jalur?

Robert Mboik-Jayapura

Sejak jembatan Youtefa atau jembatan merah diresmikan oleh Presiden Jokowi, pembangunan di Distrik Muara Tami sangat intensif,  bahkan tak sampai lima tahun, ratusan bangunan sudah berdiri.

Beberapa gunung karang sudah “dikikis” untuk dijadikan pondasi perumahan, atau batu tela untuk kepentingan pembangunan. Ibarat anak muda, pembangunan sedang giat-giatnya dilakukan terutama oleh sektor swasta.

Dengan intensitas yang tinggi itu, dan ratusan kendaraan lalu-lalang setiap hari membuat jalan seperti mengecil. Belum lagi truk-truk yang mengangkut material tak henti-hentinya melintas, kian menambah sesak jalan poros Koya Barat.

  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Jayapura, Nofdy J. Rampi membenarkan bahwa pelebaran ruas jalan penghubung di Koya Barat sudah semestinya menjadi satu kebutuhan yang harus dilakukan saat ini.

Mengingat hal ini juga disesuaikan dengan kondisi wilayah tersebut yang menjadi pusat pengembangan wilayah kota Jayapura kedepannya.

“Sejak mulai berkembangnya kawasan pemukiman di Distrik Muara Tami terutama di Koya Barat dan Koya Timur, pandangan ke-PU an  kami sudah harus diperlebar dan dibuat dua jalur dengan ada median jalan di tengah, itu konsepnya,” kata Nofdy J Rampi, Senin (29/7) kemarin.

Dia menerangkan pada tahun 2023 pihaknya sudah mencoba mengusulkan pengembangan ruas jalan tersebut kepada pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun sampai dengan 2024 ini pemerintah pusat hanya memberikan dana sebesar Rp 1 miliar . Sedangkan jalan yang harus dibenahi sepanjang 7,2 km itu, membutuhkan biaya senilai Rp 38 miliar.

“Sementara kebutuhan berdasarkan penghitungan melalui perencanaan yang sudah dilakukan oleh dinas PU Kota Jayapura itu dibutuhkan dana senilai Rp 38 miliar,” ujarnya.

Karena itu dana senilai Rp 1 miliar itu akan tetap dimaksimalkan terutama akan mengerjakan spot-spot di jalan itu, terutama di daerah-daerah yang mengalami kerusakan atau berlubang. Itu pun sudah dipastikan tidak bisa tuntas dengan ketersediaan anggaran tersebut.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

4 hours ago

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

12 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

13 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

14 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

15 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

16 hours ago