

Direktur RS Ramela, Fredriks Y. Hisage saat meninjau pasien di ruang perawatan UGD, Rabu (20/8). (foto:Takim/Cepos)
Mencermati Kasus Pasien dengan Keluhan Gejala Gigitan Ular di RS Ramela
Distrik Muaratami yang dulunya kawasan pertanian, kini banyak berubah jadi kawasan pemukiman. Salah satu dampaknya, habibat termasuk ular berbisa menjadi terganggu. Karena itu, Rumah Sakit Ramela di Koya Barat pun mengantisipasi serangan atau gigitan ular berbisa ini.
Laporan: Mustakim Ali_Jayapura
Daerah dengan kasus gigitan ular tinggi umumnya pedesaan tropis dan subtropis dengan habitat yang mendukung populasi ular, seperti wilayah pertanian, perkebunan, dan semak-semak, karena kegiatan manusia yang sering terjadi di sana.
Di Kota Jayapura, tepatnya di Distrik Muaratami ini, trend kasus gigitan ular menjadi salah satu kasus yang menjadi perhatian serius pihak RS Ramela, yang merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang memadai di daerah tersebut.
Menurut Direktur RS Ramela, Fredriks Y. Hisage, sejauh ini sebanyak 21 kasus pasien akibat gigitan ular sejak 1 Januari hingga 21 Agustus 2025. Dari puluhan kasus tersebut, mayoritas kasus yang ditangani didominasi oleh gigitan ular sawah, ular pohon, serta ular bodo (sebutan lokal).
“Dari total 21 kasus, sebagian besar disebabkan oleh tiga jenis ular tersebut yang memang banyak ditemui di lingkungan masyarakat,” jelas Fredriks saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (26/8).
Menurutnya, kasus gigitan ular umumnya terjadi di kawasan pemukiman dekat persawahan maupun hutan, di mana aktivitas warga bersinggungan langsung dengan habitat alami satwa tersebut.
Fredriks menambahkan, seluruh pasien yang ditangani telah mendapat perawatan medis sesuai prosedur, termasuk pemberian serum Anti Bisa Ular (ABU) bagi pasien dengan gejala serius.
Kata Fredriks, dari tiga jenis ular ini, yang sangat mematikan adalah ular bodo, jika salah atau lambat dilakukan penanganan bisa merenggut nyawa. “Gigitan ular ini sangat mematikan, dan saya berharap masyarakat tidak anggap remeh,” tuturnya.
Page: 1 2
Nathan mengatakan sejak didirikan pada 2003, IPN yang berlokasi di Kabupaten Mimika telah berkembang menjadi…
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mimika sebagai Organisasi Peranngkat Daerah…
Wakapolres Jayawijaya Kompol F.D. Tamaila menyatakan agenda 1 Desember yang menjadi perhatian semua pihak saat…
Bupati menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi program yang menyentuh kebutuhan…
Dalam tiga hari terakhir, Bupati Yunus Wonda turun langsung meninjau lokasi-lokasi yang terdampak banjir. Dari…
“Forum ini menjadi strategis karena pemerintah daerah menyadari tanggung jawabnya untuk memberikan ruang bagi masyarakat…