Categories: FEATURES

Tak Ada Listrik, Koleksi Kurang Terawat hingga Pengalaman Mistis dari Pegawai

Melihat dari Dekat Kondisi Koleksi Berbagai Benda Budaya  Museum Negeri Jayapura

Benda-benda budaya yang ada di Museum Negeri Jayapura memang terlihat masih tersimpan dengan baik pada posisinya dari dulu. Tapi jika dilihat lebih dekat, kondisinya sudah semakin memperihatinkan karena kurangnya perawatan yang baik. Potensi rusak dan hilang tentunya semakin besar. Belum lagi cerita horor yang seringkali menghantui para pegawai di museum yang pernah berjaya itu.

Laporan: Robert Mboik-Jayapura

Berawal dari rasa penasaran yang mendalam, beberapa hari sebelumnya saya mencoba mencari celah  untuk masuk kedalam komplek kantor Museum Negeri Jayapura yang berlokasi di Waena Kota Jayapura Papua.

   Keberadaan bangunan kantor museum negeri Jayapura itu memang seperti sudah sangat dilupakan. Apalagi keberadaannya kini sudah terhalang dengan hadirnya puluhan bangunan  pedagang kaki lima yang membangun lapak di depan kantor museum itu.

   Kondisinya sangat using, belum lagi plang nama kantor yang sebagian tulisannya sudah hilang. Kesan bahwa kantor itu ditinggal lama semakin jelas. Saat, mengintip bagian dalam, pintu utamanyapun sudah digembok menggunakan rantai , itu pun sudah terlihat warna karatan. Di bagian kanan depan kantor memang berdiri pos satpam, namun tak ada satupun penjaga disana. Butuh beberapa hari menyambangi tempat ini, untuk bisa menemui petugas disana.

   “Sebenarnya kami selalu buka, tapi karena kemarin libur jadi kantor ini kami tutup. Kalau pintu depan kami gembokin karena takutnya orang masuk. Apalagi kami tidak punya penjaga di sini,”kata Kepala Seksi Bimbingan dan Edukasi, UPT Museum Negeri Papua Jayapura, Gerda Rumbiak, kepada Cendrawasih Pos, Rabu (15/1).

   Setelah ngobrol, sayapun diperbolehkan masuk ke dalam gedung berlantai dua itu. Dari penjelasan seorang kurator museum itu, ada sekitar 3.700 benda budaya koleksi di museum itu yang disimpan di dua gedung besar. Masing-masing gedung itu dibangun berlantai dua namun saat ini Kondisinya sudah tak lagi seperti dulu. Minimnya perawatan yang disebabkan, karena tidak adanya listrik menjadi kendala utama bagi para pekerja dan petugas di museum itu.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

4 hours ago

Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…

5 hours ago

Ayah dan Anak yang Dilaporkan Tersesat di Hutan Ditemukan Selamat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…

6 hours ago

DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…

7 hours ago

Pemprov Papua Selatan Kebut Pekerjaan Pembangunan Jalan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…

8 hours ago

PSN Cetak Sawah Tidak Berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Wasur

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy  untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…

9 hours ago