Categories: FEATURES

Ganti Baju di Toilet, Tak Lupa Persepuluhan dan Uang Belanja Orang Tua

Baginya berbicara soal mekanik alat berat bukan hanya sekedar bongkar dan pasang tetapi bagaimana mempelajari banyak hal mulai dari ketekunan, koordinasi, soliditas dan memastikan bahwa semua alat yang ditangani bisa digunakan secara baik. Hingga ke titik ini bukan berarti tanpa sebuah cerita perjuangan, Nehemia mengaku saat masih SMP ia sempat “nyambi” bekerja part time di Mal Jayapura.

“Ketika itu saya jadi sales, menawarkan barang-barang elektronik dan dibayar atau digaji dari apa yang berhasil saya jual. Misal jika terjual Rp 2 juta saya bisa mendapat beberapa puluh ribu di situ, tidak banyak tapi harus saya lakukan karena saya ingin membantu orang tua,” ceritanya. Ia mengkisahkan bahwa ketika dirinya duduk di bangku kelas III SMP, ia sempat ikut bekerja menjadi sales tadi.

Dari rumah ia sudah menyelipkan pakaian ganti. Jadi ketika pulang sekolah jam 12 siang, ia langsung menuju Mal Jayapura untuk bekerja. “Saya ganti pakaian di toilet dan cuci muka lalu bekerja, itu saya lakukan cukup lama dan akhirnya saya mundur karena harus fokus ujian kelulusan,” tambahnya.

Dan upah terbesar yang pernah didapat adalah ketika berhasil menjual motor mini seharpa Rp 8 juta lebih. “Di situ saya dikasi hampir Rp 100 ribu, saya senang sekali. Saya pulang tapi mampir ke pasar dulu untuk beli sayur lalu bawa pulang dan mama masak, kami pun makan sama-sama,” kenangnya. “Saya juga pernah kasi mama Rp 500 ribu dan mama senang sekali,” tambahnya.

Namun siapa sangka, dengan hasil yang tak seberapa, Nehemia tak lupa menyelipkan sedikit untuk perpuluhan. Malah menurutnya itu yang utama. “Saya tidak bisa tinggalkan itu, kalau saya dapat upah maka pertama saya harus ke gereja mengisi uang perpuluhan (kotak amal jika di masjid) lalu sisanya kasi ke mama. Bagian saya itu nanti. Bagi saya Tuhan yang utama lalu orang tua, sedangkan kekuatan kita manusia itu nomor tiga. Ini yang menjadi prinsip bagi saya,” tegasnya.

Sementara Environment Healt Savety Social and Responsibility UT Cabang Jayapura, Yusril Isha Pahala Nur menambahkan bahwa UT School merupakan ruang bagi generasi muda yang memiliki visi ikut membangun negeri. UT School menjadi lab bagi putera puteri bangsa yang siap terjun ke dunia kerja dengan keterampilan yang mumpuni.

“Untuk UT Cabang Jayapura sendiri memprioritaskan potensi putera puteri asli Papua dan persentasenya 70 persen putera puteri asli Papua dan sisanya umum. Saat ini kami mendidik beberapa siswa dan hasilnya sangat memuaskan. Ada penggemblengan membentuk sikap lebih dulu yang dibantu oleh TNI. Jadi kedisiplinannya jangan diragukan,” singkat Yusril. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kehilangan Tanah Akibat Abrasi Pantai Adalah Kehilangan yang Sangat Besar

Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di…

2 days ago

Dikelilingi Bangunan Sejarah Termasuk Supermarket Pertama di Indonesia

Bangunan ini sebelumnya digunakan sebagai kantor Bawaslu Papua. Posisinya persis bersebelahan dengan pintu masuk gedung…

2 days ago

Terduga  Pelaku Penganiayaan di 2 Lokasi Diamankan Polisi

Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Merauke bersama KBO Reskrim…

2 days ago

Baru Dua Jam Kabur, Pelaku Penikaman Pedagang Diringkus

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH memastikan jika pelaku WW telah…

2 days ago

Perekutan Guru Honor KII Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan

Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…

2 days ago

Akibat Pelanggaran Distribusi BBM Subsidi, Pertamina Sanksi SPBU SP 2

Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…

2 days ago