Categories: FEATURES

Tak Ragu Menolak Tawaran jika Karakter Tak Cocok

  A Mother’s Love adalah film pembuka dari serangkaian film horor pendek bertajuk Folklore produksi HBO Asia. Di kesempatan akting pertamanya itu pun Max langsung ditangani sutradara papan atas tanah air, Joko Anwar.

   Dalam serial tersebut, Max beradu akting dengan Marissa Anita, Aimee Saras, Arswendy Bening Swara, dan aktor cilik Muzakki Ramadhan. Debut di Folklore: A Mother’s Love ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Max.

   Pria yang lahir di Desa Sukajadi, Kabupaten Lampung Utara, itu pun merasa ketagihan. Di saat yang sama, tawaran untuk berakting juga terus menghampiri. ’’Jadi ya ada aja jalannya karena saya suka,’’ tuturnya.

   Film layar lebar pertama Max bergenre drama bercampur action dan dark comedy (komedi gelap) bertajuk Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Film tersebut diadaptasi dari novel berjudul sama karya Eka Kurniawan.

   Di film yang tayang pada Desember 2021 itu, Max juga ditangani sutradara papan atas lainnya, Edwin. Dia berlakon sebagai laki-laki tua penjual makanan.

   Max beradu adegan dengan Marthino Lio yang berperan sebagai Ajo Kawir. Setelah Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, Max kembali ke genre horror lewat film Suzzanna: Malam Jumat Kliwon karya Guntur Soeharjanto. Film tersebut tayang pada 2023.

   Peran Max di film Suzzanna juga masih terbilang minim. Tapi, aktingnya lebih menantang karena dia memainkan peran sebagai pegulat. Ada adegan ketika dia bertarung gulat sungguhan dengan Achmad Megantara, pemeran utama laki-laki.

   Aktingnya di dua film tersebut rupanya menarik perhatian produser film dunia. Dari sana peran sebagai Bhadu di Monkey Man produksi Universal Pictures berasal.

   Max mengaku selalu mendapatkan tawaran film tiap tahunnya. ’’Tapi, saya juga menyesuaikan dengan karakter. Tidak semuanya bisa diambil,’’ katanya. ’’Jadi, mungkin ada yang cocok dengan karakter, terus waktunya bisa, baru saya ambil,’’ imbuhnya.

   Baru-baru ini misalnya Max mengaku telah menolak sebuah tawaran bermain film. Hanya, dia tak menyebut film yang mana. ’’Ya mungkin next-nya kalau ada lagi mudah-mudahan bisa dikabari,’’ ucapnya.

   Walau sudah kian diperhitungkan di jagat sinema, Max tak lantas lupa dengan dunia yang membesarkan namanya: basket. Tapi, aktivitasnya di basket kini bukan di ranah profesional. Melainkan sekadar bermain maupun melatih tim-tim komunitas.

   ’’Basket sudah saya tekuni bertahun-tahun. Kalau sudah namanya cinta dan jodoh, tak mungkin lepas darinya,” katanya. (*/c17/ttg)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Demi Harga Diri

Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…

7 hours ago

Adhyaksa FC Tak Gentar Dukungan Suporter Tuan Rumah

Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…

8 hours ago

Wasit Asal Uzbekistan Pimpin Laga Persipura v Adhyaksa FC

Perjalanan karier Asker Nazhafaliev di sepak bola profesional terbilang relatif singkat dan tidak diwarnai nilai…

9 hours ago

Panpel Persipura Minta Penonton Tertib

Ketua panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan bahwa pertandingan play-off promosi Persipura versus…

10 hours ago

Pemprov Papua Fasilitasi Nobar Persipura vs Adhyaksa FC

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi nonton bareng (nobar) pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada…

11 hours ago

Setelah Dua Bulan Dipalang, Bandara Tanah Merah Dibuka Kembali

Setelah hampir 2 bulan di palang oleh masyarakat pemilik hak ulayat dengan tuntutan ganti rugi,…

12 hours ago