Categories: FEATURES

Dari Proteksi Satwa Hingga Tak Memilih yang Tak Paham Lingkungan

Saat Para Pegiat Lingkungan Berpikir Kritis Soal Pesta Demokrasi dan Kondisi Iklim

Akhir pekan kemarin sejumlah pegiat lingkungan berkumpul. Berdiskusi ringan dengan Alex Waisimon. Pria yang pernah meraih Kalpataru dari Presiden Joko Widodo. Apa saja yang dibahas.

Laporan: Abdel Gamel Naser – Jayapura

Sebuah diskusi santai namun berbobot digelar sejumlah pegiat lingkungan di Jayapura dan Kabupaten Jayapura bertepatan dengan hari HAM sedunia, 10 Desember. Ini untuk merespon agenda akhir tahun termasuk moment Pemilu 2024 yang bakal dihelat  pada 14 Februari 2024 mendatang.

Apa yang bisa dilakukan para pegiat lingkungan sebelum mengakhiri tahun 2023 dan apa yang bisa disikapi terkait agenda pesta demokrasi 2024? Yang jelas kelompok muda ini perlu menentukan sikap, sebab jika sebuah kebijakan tidak dikawal dengan baik maka peluang sewenang – wenang dan tidak melihat kondisi terkini juga akan terabaikan.

   “Kami sengaja mengajak pak Alex untuk bercerita terkait hutan dan upaya yang dilakukan selama ini di wilayahnya. Ini untuk memulai bagaimana anak muda yang berafiliasi dengan isu lingkungan mensikapi situasi terkini,” kata Muhammad Ikbal di Pondok Konservasi Rumah Bakau Jayapura, Minggu (10/11).

Disini terungkap bahwa Alex Waisimon lebih banyak berjuang sendiri, namun didampingi organisasi lingkungan.  Alex tengah menggarap lokasi eko wisata bird waching di Nimbokrang, Kabupaten Jayapura dan terus mengembangkan jasa lingkungannya.

Alex menyampaikan bahwa tak bisa sebuah lidi digunakan  untuk membersihkan, harus ada lidi yang lain sehingga ia berpendapat bahwa para pegiat lingkungan harus saling mensuport dan membantu menyuarakan perjuangan yang berkaitan dengan lingkungan.

   Itu termasuk dalam moment pesta demokrasi. Ia berpendapat bahwa anak muda harus memiliki sikap teguh sesuai idealisme yang dimiliki. “Saya pikir ada baiknya memang orang – orang yang memiliki idealisme ini masuk dan melakukan perubahan dari dalam. Tidak bisa terus menerus kita berteriak di luar, tapi harus ada upaya masuk dan berjuang lewat sistem,” kata Alex Waisimon.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

1 hour ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

2 hours ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

2 hours ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

3 hours ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

3 hours ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

4 hours ago