Categories: FEATURES

Sempat ada yang Pingsan, Pengecekan Kesehatan Pagi dan Malam

“Meski sudah ada jadwal yang kami susun, namun proses latihan di lapangan kami sesuaikan dengan kondisi mereka. Apalagi, saat ini kondisi cuaca tak menentu. Terkadang hujan, kadang panasnya teramat terik,” ungkap Ketua Tim Pelatih Paskibraka Provinsi Papua, Letda Inf M Yance Giay, saat ditemui Cenderawasih Pos, di sela-sela memberikan latihan di Lapangan Mandala, Sabtu (9/8).

Sejak Pemprov Papua resmi membuka kegiatan pemusatan pendidikan dan latihan Paskibraka, di salah satu hotel di Jayapura, Senin (28/7) lalu, sejak itu pula, pelatihan mulai dilakukan. Pelatihan yang diberikan ada di lapangan dan di ruangan.

Pembekalan dalam ruangan yang diberikan berupa wawasan kebangsaan, ideologi Pancasila, bela negara dan kedisplinan. Materi ini biasanya diberikan malam hari seusai menjalani sesi latihan di lapangan.

“Malam hari sebelum tidur, ada materi tambahan yang kami berikan. Memberikan pemahaman ideologi Pancasila, nasionalisme. Waktunya sekira pukul 19:00 WIT hingga jelang pukul 21:00 WIT. Setelah itu, mereka langsung istirahat dan akan bangun pada pukul 05:00 WIT,” terangnya.

Selama proses karantina, peserta Paskibraka akan bangun pada pukul 05:00. Sebelum memulai akivitas latihan, tim medis akan mengecek kesehatan mereka. Lalu setelah itu sarapan dengan roti dan telur, kemudian mandi dan menuju lokasi latihan di luar ruangan yaitu Lapangan Mandala.

Menurut Letda Yance, pemeriksaan kesehatan yang rutin dilakukan pagi dan malam hari, menjadi kontrol untuk latihan saat itu. “Tim medis dari Dinkes Kesehatan Provinsi Papua, selalu memantau kondisi kesehatan para peserta. Sehingga volume materi yang kami berikan kepada peserta sesuai dengan kondisi peserta saat itu, apalagi cuaca yang tak menentu saat ini,” ucapnya.

Ia mengaku sejauh ini, belum ada kendala yang signifikan. Meski tak memungkiri bahwa di awal, sempat ada yang pingsan saat latihan akibat dehidrasi. Namun seiring dengan berjalannya waktu, peserta mulai terbiasa dengan itu.

Dan ketika ada yang sedikit goyang, petugas medis yang selalu siaga di pinggir lapangan langsung membawa peserta ke mobil yang sudah disediakan untuk diperiksa kesehatannya.

“Di lapangan semua diatur oleh pelatih, nanti di tempat penginapan mereka diatur dan diawasi oleh Duta Pancasila yang terdiri dari pamong putra dan pamong putri,” ujarnya.

Terkait dengan Paskibraka sendiri, Letda Yance membuat formasi. Ada pasukan 17, 8 dan 45. Pasukan 17 ini diisi oleh pelajar yang tergabung dalam Paskibraka, terdapat perisai kanan dan perisai kiri.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Meski Hakim Terbatas, Namun Tangani Perkara Paling Banyak di Seluruh Indonesia

Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…

1 day ago

Kejari Merauke Lelang Sejumlah Barang Rampasan Tindak PIdana Umum

Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…

1 day ago

Wali Kota Pastikan Seluruh OPD Definitif Januari Ini

Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…

1 day ago

Penumpang Lebih Banyak yang Berangkat daripada yang Turun di Merauke

Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…

2 days ago

ASN Tidak Disiplin, Gaji dan TPP Ditahan

Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…

2 days ago

Merauke Jadi Tuan Rumah Sidang Musyawarah Pekerja Lengkap PGI

Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…

2 days ago