Kemudian dibidang seni rupa, anak-anak gimbal ini juga telah melukis beberapa ornamen-ornamen bentuk khas Papua (pelukis Agus Ohee), mengisi hiburan di tingkat internasional Reggae Dup dan Napuan Festival, melaksanakan Papua Reggae Festival setiap tahun.
“Kami juga melaksanakan Papua Reggae Jungle untuk selamatkan hutan dan air dan anyak hal-hal positif yang kecil-kecil kami lakukan. Dan kami ada di tengah-tengah khalayak umum untuk membantu mereka yang tidak terjangkau,” tuturnya.
Thedy menuturkan bahwa dengan musik mereka ingin menunjukkan bahwa cinta, damai dan perubahan itu bisa dilakukan. “Meski terkadang terlihat aneh dan menakutkan karena rambut panjang, gimbal namun ada pesan kedamaian yang dititipkan, ada pesan cinta yang dilukiskan,” tutupnya. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
"Pelaksanaan ekstraksi dan cellebrite terhadap barang bukti berupa tiga buah telepon seluler, dua milik korban…
Korban diduga terjatuh ke sungai saat hendak memperbaiki tali jangkar kapal. Kejadian tersebut dilaporkan kepada…
Ribka menyampaikan hal tersebut dalam rapat evaluasi penyaluran Dana Otsus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis,…
Korban ditemukan dalam kondisi selamat pada Kamis pagi (6/8), setelah perahunya karam dihantam ombak besar…
Marince, salah seorang orang tua murid, mengaku lega dan bahagia karena anak-anak akhirnya bisa kembali…
Skema transmisi ini merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk menekan tingkat impor bahan bakar fosil…