Kemudian dibidang seni rupa, anak-anak gimbal ini juga telah melukis beberapa ornamen-ornamen bentuk khas Papua (pelukis Agus Ohee), mengisi hiburan di tingkat internasional Reggae Dup dan Napuan Festival, melaksanakan Papua Reggae Festival setiap tahun.
“Kami juga melaksanakan Papua Reggae Jungle untuk selamatkan hutan dan air dan anyak hal-hal positif yang kecil-kecil kami lakukan. Dan kami ada di tengah-tengah khalayak umum untuk membantu mereka yang tidak terjangkau,” tuturnya.
Thedy menuturkan bahwa dengan musik mereka ingin menunjukkan bahwa cinta, damai dan perubahan itu bisa dilakukan. “Meski terkadang terlihat aneh dan menakutkan karena rambut panjang, gimbal namun ada pesan kedamaian yang dititipkan, ada pesan cinta yang dilukiskan,” tutupnya. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…
Menurutnya, implementasi Otsus harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua melalui program-program yang menyentuh…
Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura…
Menurut Abisai, hingga saat ini sudah banyak program dan kebijakan yang dijalankan dalam rangka implementasi…
Edarkan Tramadol yang diketahui masuk dalam jenis obat keras ribuan butir atau tepatnya sebanyak 1.721…
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Djoni Naa, mengungkapkan masih banyak oknum perusahaan di…