Kemudian dibidang seni rupa, anak-anak gimbal ini juga telah melukis beberapa ornamen-ornamen bentuk khas Papua (pelukis Agus Ohee), mengisi hiburan di tingkat internasional Reggae Dup dan Napuan Festival, melaksanakan Papua Reggae Festival setiap tahun.
“Kami juga melaksanakan Papua Reggae Jungle untuk selamatkan hutan dan air dan anyak hal-hal positif yang kecil-kecil kami lakukan. Dan kami ada di tengah-tengah khalayak umum untuk membantu mereka yang tidak terjangkau,” tuturnya.
Thedy menuturkan bahwa dengan musik mereka ingin menunjukkan bahwa cinta, damai dan perubahan itu bisa dilakukan. “Meski terkadang terlihat aneh dan menakutkan karena rambut panjang, gimbal namun ada pesan kedamaian yang dititipkan, ada pesan cinta yang dilukiskan,” tutupnya. (*).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Fungki yang didampingi Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) Eston Erlangga mengatakan, secara keseluruhan…
Mengingat rata-rata pelayanan penugasan rutin hanya mencapai 250 ton per bulan, stok yang ada saat…
Akibat pencurian tersebut, ikon kebanggaan Papua khususnya Kota Jayapura itu hingga kini tampak gelap gulita…
Pantauan media ini di lapangan, sejak pukul 07.00 WIT para guru hingga pelajar dari empat…
Selain itu bermodal di putaran pertama Persipura juga berhasil mengkandaskan mimpi Barito saat bertandang ke…
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…