Categories: BERITA UTAMA

Komisi I Bakal Cek Perizinan di DPMPTSP

JAYAPURA – Bentuk protes yang dilakukan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) Papua terhadap keberadaan Empat Jasa Pengurusan Transporasi (JPT) yang telah beroperasi di Papua  rupanya disimak oleh Komisi I DPR Papua.

Komisi I  mengagendakan untuk mengundang pihak Dinas Penanaman Modal pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai instansi yang mengeluarkan perizinan. Mereka ingin melihat apakah perizinan empat JPT ini sudah sesuai atau belum.

“Itu yang utama sebab kami mendengar ada tahapan yang tidak dilakukan oleh  JPT ini dan akhirnya keluar izin operasional. Apakah semua sudah sesuai aturan main atau ada yang salah namun terkesan dipaksakan,” kata Yonas Nusi, salah satu anggota Komisi I DPR Papua di ruang kerjanya, Kamis (29/9).

Ia tak menampik bahwa jika perusahaan yang serba bisa masuk dengan segala  kemampuannya tak hanya sarana prasarana tetapi juga pintar melobi maka bukan tidak mungkin puluhan perusahaan  lokal yang selama ini sudah bekerja di pelabuhan pelan-pelan akan gulung tikar.

“Perlu dicarikan solusinya, kalau kami dengar sampai saat ini memang belum ada aturan yang melarang perusahaan lain masuk namun bukan berarti masuk kemudian menyingkirkan yang lain apalagi ada ribuan tenaga kerja asli Papua yang juga menggantungkan hidupnya  disana, jelas kami siap memproteksi,” imbuhnya.

Kata Yonas, perlu ada kebijakan  yang berlaku khusus teruntuk pengusaha lokal. Mulai dari Sorong – Merauke – Jayapura harus bisa diproteksi meski secara aturan belum ada yang membatasi pengusaha lain masuk.

“Yang jelas saya sangat mendukung apa yang dilakukan asosiasi Afli sebab ini  terjadi karena hak mereka untuk berusaha dan berkembang tidak diperhatikan dan terancam. Pengusaha yang datang tentunya memiliki banyak  kemampuan terlebih soal sarana prasarana yang nantinya berkaitan dengan grade hingga tenaga kerja. Sedangkan pengusaha lokal ini sedang berjuang  dengan kemampuan yang dimiliki,” tambahnya.

Yonas bahkan menyampaikan menunggu apa yang menjadi aspirasi dari asosiasi ini. “Asosiasi ke kantor DPR atau kami turun ke lapangan untuk mendengar apa yang menjadi aspirasi mereka yang jelas jangan sampai ada perusahaan baru masuk kemudian justru membunuh perusahaan lain apalagi perusahaan lokal. Kami akan cek perijinannya dan dokumen lainnya,” tutup Yonas. (ade/wen)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: DPRP

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

9 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

10 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

11 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

12 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

13 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

17 hours ago