

Kapolda: Seakan-akan Mau Merdeka, Padahal Hanya Persoalan Perut
JAYAPURA-Sejak ditunjuk menjadi Penanggung Jawab Pengendali Operasi dan Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai wakil pengendali pada 10 April lalu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw rutin melakukan pemantauan langsung ke lapangan, terutama di Kabupaten Mimika.
Ditemui di Mapolda Papua usai melantik 3 pejabat utama Polda, Kapolda Paulus Waterpauw mengaku baru saja kembali dari Mimika untuk mengecek situasi di daerah tersebut.
Dikatakan, kelompok yang ada di Timika baik yang berada di sekitar kota maupun di Tembagapura, sudah bisa diawasi, sehingga pergerakan mereka tidak leluasa sebagaimana beberapa kejadian yang lalu.
“Beberapa kelompok di Tembagapura, sebagian masih ada di sekitar situ dan sebagian sudah kembali,” ucap Paulus Waterpauw kepada wartawan, Jumat (29/5).
Menurutnya, perlu evaluasi terhadap berbagai aktivitas operasi penegakan hukum di wilayah Papua. Sebab, tidak gampang untuk menghadapi kelompok ini. Karena kelompok ini sudah menyatakan diri untuk bersatu melakukan upaya-upaya perlawanan kepada negara lewat aparat TNI-Polri.
“Beberapa aktivitas mereka terus kita monitor. Termasuk kejadian penembakan dua tenaga medis di Intan Jaya telah kita laporkan ke pimpinan,” ucap Kapolda.
Terkait perbuatan terhadap dua pegawai kesehatan yang membantu tugas kemanusiaan yang kemudian mendapat kekerasan, tindakan tersebut dikutuk karena sangat tidak manusiawi.
Kapolda juga menyayangkan tindakan tersebut. Karena kalau pelayanan kesehatan terganggu para pegawai yang bertugas di ujung wilayah ini terganggu. Maka bisa dibayangkan, bagaimana perkembangan Covid-19 di wilayah Papua.
Kapolda juga menyinggung soal kejahatan yang pernah dilakukan oleh KKB pada akhir tahun 2018 silam. Pembantaian puluhan orang karyawan PT Istaka Karya. Yang saat ini, belum didengar ada tokoh yang meminta maaf pada keluarga korban. Padahal, jelas-jelas itu adalah suatu pembantaian.
“Perjuangan apa yang mereka lakukan ? Siapa yang suruh mereka berjuang?,” tuturnya.
Untuk itu, Paulus Waterpauw meminta masyarakat tidak terjebak dengan kelompok ini (KKB-red). Sebab, masyarakat dikorbankan oleh pihak-pihak tertentu.
Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan hasil pengungkapan terhadap seorang pelaku yang selama ini dikenal sebagai pemasok logistik bagi kelompok (KKB-red) yang ada di timika. Yang sebelumnya pelaku dengan inisial IS sudah diamankan.
Selain itu, beberapa waktu lalu. Karyawan PT. Musdalifa yang ada di Nduga juga diganggu dan ditembaki. Beruntung, dalam kejadian tersebut tak ada korban jiwa.
“Mereka ini sebenarnya maunya apa. Apakah alasan kepentingan penguasaan area, penguasaan pusat ekonomi melalui proyek itu atau yang lain kita belum tahu. Namun ujung-jungnya ketika kami lakukan tindakan tegas, seakan-akan mereka mau merdeka namun nyatanya itu persoalan perut saja,” tegasnya. (fia/nat)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…