Categories: BERITA UTAMA

TNI dan KKSB Kontak Tembak di Pegubin

TIM EVAKUASI: Tim evakuasi heli Mi-17 milik TNI-AD yang jatuh di Pegunungan Mandala, Distrik Oksob, Pegunungan Bintang pada Juni tahun 2019. Terlihat para anggota saat tiba di Bandara Oksibil usai melakukan evakuasi pada pada awal Februari 2020. ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Kontak tembak antara TNI dan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) terjadi di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Minggu (29/3) pagi.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Cpl Eko Daryanto menyebut, diduga pelaku yang terlibat dalam kontak tembak tersebut adalah kelompok yang mengambil senjata milik korban helikopter Mi-17 milik AD yang hilang pada Juni tahun 2019. Dimana bangkai heli ditemukan di pegunungan Mandala, Distrik Oksob pada Februari tahun 2020.

“Diduga dari kelompok tersebut, termasuk senjata yang digunakan adalah milik senjata korban heli Mi-17,” ucap Eko saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (29/3).

Adapun wilayah Distrik Serambakon lanjut Kapendam telah dikuasai oleh anggota, dengan situasi di lapangan sudah kondusif. Penguasaan wilayah tersebut upaya untuk mendapatkan kembali senjata yang sempat diambil dengan mengedepankan pendekatan persuasif.

“Situasi di Distrik Serambakon sudah diatasi dan sudah dikuasasi oleh aparat keamanan, masyarakat juga kami pastikan aman. Sehingga kita pisahkan mana masyarakat setempat dan mana kelompok yang membawa senjata tersebut. Anggota bertindak sesuai dengan prosesdur yang harus dilakukan di lapangan,” jelasnya.

Disinggung adanya anggota yang luka tembak, Eko membantah hal itu. Dirinya memastikan tak ada korban dalam kontak tembak tersebut. “Tidak ada yang luka-luka,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Senin (23/3) lalu, pesawat CASA CN bernomor lambung A-2909 milik TNI AU ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) di atas Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Tembakan tersebut membuat lima lubung bekas tembakan terlihat di bagian sayap kanan pesawat. Pesawat ditembaki saat berada di ketinggian 4800 feet di atas Distrik Serambakon saat hendak menuju Bandara  Oksibil.

Saat itu, Kependam menduga senjata yang digunakan pelaku penembakan pesawat milik TNI AU itu menggunakan senjata milik korban helikopter Mi-17 milik AD yang hilang pada Juni tahun 2019. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Ny. Elisabet Flassy Wandik Terima Penghargaan Nasional

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…

1 hour ago

Diduga Salah Tangkap, Ketua Partai Babak Belur Dianiaya Oknum Polisi

Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…

2 hours ago

Menko Zulhas: Program MBG Boros Anggaran Rp 1 Triliun per Bulan

Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…

3 hours ago

Sekolah Yayasan Buka Lebih Awal, SPMB Diharap Transparan dan Objektif

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Jayapura merupakan salah satu sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk…

7 hours ago

Ubah Mindset, Pemuda Papua Jangan Hanya Jadi Penonton

Seruan bagi para pemuda Papua meningkatkan kapasitas dan terus berfikir positif serta tetap optimis dengan…

22 hours ago

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

1 day ago