

JAYAPURA – Di tengah mewabahnya virus Corona atau Covid-19, beberapa punggawa Persipura memilih kembali ke kampung halaman berkumpul bersama keluarga. Apalagi manajemen Persipura juga telah meliburkan pemainnya di tengah pandemi Covid-29.
Namun bagaimana dengan playmaker Mutiara Hitam, Thiago Amaral?. Ternyata pemain berpaspor Brasil itu lebih memilih tetap berada di Kota Jayapura dari pada harus ke kota lain atau kembali ke negeranya.
“Saya memilih Kota Jayapura karena merupakan markas tim dan kami merasa lebih nyaman di sini. Mengenai kembali ke rumah di Brazil, jadi saya ceritakan lebih baik di Jayapura,” ungkap Thiago kepada kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (29/3) siang kemarin.
Untuk tetap pada performa terbaiknya, menurut Amaral, dirinya tetap menjalankan program latihan yang telah diberikan oleh pelatih fisik, Breno Rocha selama masa libur.
“Kami melakukan sesi latihan setiap hari. Pelatih Breno mengirim program latihan melalui video dan dari setiap pemain harus mengirimnya kembali video saat melakukan latihan,” ujarnya.
Mantan pemain Barito Putera itu berharap, virus yang bermula dari Kota Wuhan China itu cepat berlalu sehingga kompetisi Liga 1 kembali bisa digulir.
Pemain berusia 28 tahun itu juga menambahkan bahwa selama libur, ia bersama rekan setimnya terus intens melakukan komunikasi dengan manajemen dan pelatih. Dirinya yakin, selama masa libur mereka tetap dalam kondisi yang baik.
“Kami hanya menunggu waktu yang baik untuk mengembalikan aktivitas,” tandasnya.
Amaral merupakan pemain andalan Persipura musim ini, dilaga terakhir kontra Persebaya Surabaya, Amaral sukses mencetak 2 dari 4 gol kemenangan Mutiara Hitam atas Persebaya yang berakhir dengan skor 4-3. (eri/nat)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…