Categories: BERITA UTAMA

Gawat, Sudah 34 Petugas Kesehatan Terpapar Covid-19

JAYAPURA-Selasa (26/5) kemarin kembali terjadi penambahan sebanyak 3 kasus positif Covid 19 di Provinsi Papua. Hal ini disampaikan Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K)., saat mengonfirmasi data terkini yang dikeluarkan Satgas Covid-19 Provinsi Papua.

“Tambahan 3 kasus positif baru ini semuanya berasal dari Kota Jayapura. Perlu diketahui bahwa 2 kasus, dari total 3 kasus positif tambahan, merupakan petugas kesehatan. Jadi, ada 2 teman petugas kesehatan kita yang positif hari ini (kemarin),” ujar dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K)., Selasa (26/5) kemarin.

“Demikian, petugas kesehatan kita yang terdampak Covid-19 bertambah lagi. Kemarin saya sampaikan bahwa ada 32 petugas kesehatan kita yang terpapar Covid-19. Namun, dengan tambahan 2 kasus baru ini, maka total menjadi 34 petugas kesehatan yang positif Covid-19. Saya mendapat informasi ini sebelum memberikan videoconference ini,” sambungnya.

Diungkapkan dr. Sumule bahwa total 34 petugas kesehatan yang terpapar Covid-19 ini berasal dari 5 kabupaten/kota di Papua, yakni di Merauke, Mimika, Jayawijaya, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura.

“Dari 34 petugas kesehatan, sudah ada juga yang sembuh. Ada sekiranya 7 petugas. Namun, petugas yang sembuh ini masih tetap harus menjalani karantina mandiri dengan beristirahat di rumah selama 14 hari,” ungkapnya.

Selain itu, menurut dr. Sumule, cukup banyak pula petugas kesehatan yang mendapat pemantauan dengan sangat ketat. Terlebih karena dalam memberikan pelayanan kesehatan, petugas kesehatan melakukan kontak dengan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Cukup banyak yang kita pantau dengan sangat ketat (petugas medis). Petugas kesehatan merupakan aset kita dalam kondisi seperti ini. Makanya, kita harus jaga mereka dengan baik. Pasalnya, kalau petugas kesehatan kita tidak ada karena terdampak Covid, maka siapa yang akan menangani pasien Covid 19?” sebutnya.

Dengan demikian, tak heran jikalau dr. Sumule meminta adanya keseimbangan kerja sama antara masyarakat sebagai garda terdepan dan petugas kesehatan sebagai pertahanan terakhir dalam menghadapi Covid-19, khususnya di Provinsi Papua.

“Kita harus menjaga teman-teman petugas kesehatan kita yang berjuang luar biasa. Kalau petugas kesehatan kita juga terkena Covid-19, maka akan berdampak bagi kita. Terlebih karena mereka harus mengisolasi diri,” terangnya.

“Kalau saja Covid berdampak pada teman-teman petugas kesehatan kita yang keahliannya sangat terbatas, maka akan susah bagi kita untuk menangani. Karena mereka ini tidak hanya bertugas untuk Covid-19, melainkan juga menangani pasien dengan penyakit lainnya,” tambahnya.

Menurut dr. Sumule, berdasarkan data yang diterimanya, baik dokter maupun paramedis yang terdampak merupakan paramedis senior yang penuh dengan pengetahuan dan pengalaman kerja di bidang kesehatan yang sangat dibutuhkan.

Oleh karenanya, saat pemeriksaan, pasien yang diperiksa harus dengan jujur menyampaikan apa yang mereka rasakan dengan tidak menutup-nutupi apapun. Karena petugas kesehatan juga manusia, yang sekalipun berbekal APD, namun dengan kondisi lelah, tidak menutup kemungkinan untuk terpapar Covid-19.

“Kami pun meminta teman-teman di rumah sakit untuk tetap semangat karena panggilan kita adalah menolong orang. Oleh karenanya tetap semangat, tetap mengenakan APD, tetap ikuti protokol kesehatan di rumah sakit, serta tetap berdoa, sehingga Tuhan menolong kita dalam tugas dan tanggung jawab yang kita lakukan dalam memberikan perawatan bagi pasien Covid 19 di Papua,” katanya.

Selain itu, dr. Sumule juga mengonfirmasi penambahan kasus sembuh di Kabupaten Supiori sebanyak 1 pasien yang dirawat di RSUD Biak. 

Adapun, secara keseluruhan, jumlah kasus positif kumulatif Covid-19 di Provinsi Papua telah mencapai 640 kasus. Dimana 450 kasus di antaranya dirawat, 179 kasus sembuh, dan 11 kasus meninggal dunia. Sedangkan ODP mencapai 2701 orang, PDP sebanyak 809 pasien, dan tes PCR mencapai 4864 pemeriksaan.

“Untuk PDP bertambah 1 orang di Kota Jayapura. Sementara untuk ODP bertambah 41 orang. Di Kota Jayapura sebanyak 2 orang, Tolikara sebanyak 3 orang, Boven Digoel ada 2 orang, dan Mimika memiliki 34 orang,”  pungkasnya. (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

2 days ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

2 days ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

2 days ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

2 days ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

2 days ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

2 days ago