

JAYAPURA- Tim Investigasi gabungan TNI-Polri yang diturunkan ke Kampung Olen, Kabupaten Puncak, untuk mengambil data terkait penembakan yang menyebabkan tiga warga sipil meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka terus bekerja. Tim ini telah berada di Puncak sejak Senin (23/9).
Kapolres Puncak Jaya, AKBP. Ari Purwanto mengatakan, tim gabungan tersebut sebenarnya sudah bekerja sehari setelah penembakan. Hanya saja, masih membutuhkan beberapa data maupun saksi, sehingga tim kembali lagi ke kampung Olen.
Dikatakan, tim yang turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) didampingi oleh Wakil Bupati Puncak. Tujuan tim ini untuk melakukan investigasi bersama, pasca penembakan warga sipil.
“Tujuannya adalah untuk membuat jelas, membuat terang suatu perkara penembakan yang terjadi kemarin,” ucap Kapolres Ari Purwanto dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos dari Humas Puncak, Selasa (24/9).
Menurut Kapolres, telah dilakukan olah TKP awal. Hanya saja masih ada beberapa informasi yang perlu pendalaman lagi, investigsai olah TKP ulang maupun menggali saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
Lanjut Kapolres, nantinya hasil investigasi tersebut akan disampaikan ke pimpinan dalam hal ini Pangdam XVII/Cenderawasih maupun ke Kapolda Papua untuk dilanjutkan ke pimpinan yang lebih tinggi yakni Panglima TNI dan Kapolri.
“Terkait apa yang terhjadi, paling tidak bisa mendekati kenyataan yang ada. Kedatangan kami ke Kampung Olen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat agar mereka kembali beraktvitas seperti biasa. Tanpa rasa takut, bisa berkebun, ke sekolah, ke gereja dan lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo mengatakan, peristiwa di kampung Olen mendapat perhatian serius Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab. Sebagai pimpinan tertinggi TNI di Papua, Pangdam sudah tiba di Kabupaten Ilaga dan bahkan pasukan non organik sudah ditarik.
“Dengan penarikan tersebut, saya berharap masyarakat kampung Olen tidak lagi takut dan bisa beraktvitas seperti biasanya,” pintanya.
Ia mengatakan untuk menanti hasil dari petinggi TNI dan Polri, apakah warga ditembak tanpa kontak senjata atau ada kontak senjata terlebih dahulu dan peluru siapa yang menghilangkan nyawa warga setempat.
Karena berdasarkan pengkauan keluarga korban, saat kejadian mereka selesai membuat kebun dan istirahat dalam honai. Saat itulah mereka diberondong dengan senjata yang menyebabkan tiga warga meninggal dunia. (fia/nat)
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…
Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…