Ditambahkan apa yang terjadi terhadap Kantor Telkom tersebut merupakan puncak kemarahan dari masyarakat Merauke yang mana sudah 8 kali jaringan putus namun tidak pernah terjadi upaya dari pihak Telkom dan pemerintah. “Mengapa pemerintah karena pemerintah tutup telinga sampai 8 kali kejadian tidak pernah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi lebih khusus masalah internet,” jelasnya.
Ia juga menyesalkan tindakan oknum aparat keamanan kepada masyarakat. “Karena kami datang murni untuk membawa aspirasi masyarakat. Kami tidak mau ada bentrok masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan mahasiawa dan mahasiswa dengan pihak keamanan. Ini terjadi diluar konsep aksi yang kami lakukan hari ini,” pungkasnya.
Sekira pukul 14.00 WIT, Polisi terpaksa melepaskan tembakan peluru hampa dan gas air massa semakin aksi brutal antara pendemo dan aparat keamanan saling bentrok. Namun pukul 16.00 WIT akhirnya pendemo membubarkan diri.(ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…