Ditambahkan apa yang terjadi terhadap Kantor Telkom tersebut merupakan puncak kemarahan dari masyarakat Merauke yang mana sudah 8 kali jaringan putus namun tidak pernah terjadi upaya dari pihak Telkom dan pemerintah. “Mengapa pemerintah karena pemerintah tutup telinga sampai 8 kali kejadian tidak pernah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi lebih khusus masalah internet,” jelasnya.
Ia juga menyesalkan tindakan oknum aparat keamanan kepada masyarakat. “Karena kami datang murni untuk membawa aspirasi masyarakat. Kami tidak mau ada bentrok masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan mahasiawa dan mahasiswa dengan pihak keamanan. Ini terjadi diluar konsep aksi yang kami lakukan hari ini,” pungkasnya.
Sekira pukul 14.00 WIT, Polisi terpaksa melepaskan tembakan peluru hampa dan gas air massa semakin aksi brutal antara pendemo dan aparat keamanan saling bentrok. Namun pukul 16.00 WIT akhirnya pendemo membubarkan diri.(ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Setelah hampir 2 bulan di palang oleh masyarakat pemilik hak ulayat dengan tuntutan ganti rugi,…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze berencanakan akan segera menemui masyarakat pemilik hak ulayat terkait dengan…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melantik dua anggota Majelis Rakyat Papua Selatan Pengganti Antar Waktu…
Kondisi tersebut semakin kompleks di daerah, termasuk Papua, di mana media lokal dan jurnalis masih…
PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi memulai Program Eksekutif Mengajar untuk memperkuat…
-Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Pertamina Patra Niaga Papua memastikan pasokan gas elpiji dijamin aman…