Categories: BERITA UTAMA

Silakan Pulangkan Namun Jangan Jadi Masalah Baru

Nathan Pahabol

JAYAPURA – Niat Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk memulangkan mahasiswa Papua yang kuliah di luar Papua khususnya di beberapa provinsi mendapat dukungan dari tiga anggota DPR Papua, Nathan Pahabol,  Radius Simbolon dan Emus Gwijangge. 

Ketiganya berpendapat bahwa bila memang mahasiswa di sana tak nyaman dan merasa terancam maka keinginan gubernur ini tepat. Namun untuk menindaklanjutinya ketiga anggota DPRP ini sepakat untuk dibentuk tim lebih dulu kemudian dilakukan pendataan dan penelusuran. 

 “Saya melihat itu sesuai dengan aspirasi orang tua dan mahasiswa sendiri. Cuma kami beri  masukan agar lewat tim dan pendataan. Jangan sampai di Papua malah bingung mereka akan ke mana dan malah menimbulkan masalah baru,” kata Sekretaris Komisi V DPRP, Nathan Pahabol melalui ponselnya, Rabu (21/8). 

Pendataan dianggap penting karena mahasiswa yang menentukan masa depannya. Jangan sampai berhenti kuliah pada semester akhir atau akhirnya di Papua tak ada jurusan yang sesuai atau bahkan tak ada kampus yang bisa menampung.  “Kalau urusan pulang itu gampang saja yang penting jangan jadi masalah baru,” imbuhnya. 

Radius Simbolon

Radius juga berkomentar sama. Ia berpendapat perlu dilakukan pendataan lebih dulu dan memastikan keamanan mahasiswa Papua di luar. “Tidak apa-apa, ketimbang kuliah di luar tapi tidak aman mending kembali saja,” jelasnya. 

Emus Gwijangge juga menuturkan hal serupa. Ia mengatakan pemerintah provinsi pasti ada pertimbangan khusus dari statemen tersebut. Namun Emus melihat bahwa pernyataan gubernur tersebut merupakan pernyataan spontan dan akan menjadi pilihan terakhir. “Saya pikir itu disampaikan karena situasi seperti sekarang tapi harus dibicarakan sama-sama dulu sebab ada banyak hal yang harus disiapkan bila akan dipulangkan,” katanya. 

Emus Gwijangge

 Di sini yang terpenting kata Emus adalah bagaimana pemda  setempat memberikan jaminan keamanan bagi anak-anak Papua yang kuliah di luar. Namun ketiganya juga sepakat bahwa keberadaan mahasiswa Papua di luar Papua juga perlu dievaluasi. 

Dicek waktu perkuliahannya, sebab bila sudah belarut-larut tak lulus maka ini juga   perlu dipertanyakan. “Ini juga penting, kita perlu tahu apakah mereka kuliah benar atau tidak. Jangan sudah lewat dari semester 8 atau 10 tapi tidak lulus-lulus,” ucap Nathan Pahabol. 

“Perlu evaluasi total baik orang tua, gereja dan pemerintah sebagai sumbr pendanaan, jangan  terus bertahan tapi tidak kuliah dengan benar. Tapi jika kuliahnya benar dan merasa aman ya silahkan tetap tinggal,” sambungnya. (ade/nat) 

newsportal

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

7 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

8 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

9 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

10 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

11 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

15 hours ago