Categories: BERITA UTAMA

Gluba Gebze: Daerah Lain Tolak Pemekaran Provinsi Itu Hak Mereka

Drs. Johanes Gluba Gebze (foto: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Tokoh Selatan Papua, Drs. Johanes Gluba Gebze angkat bicara soal masih adanya pro kontra terkait dengan pemekaran provinsi di Papua dan Papua Barat.

Menurut bupati Merauke 2 periode ini (1999-2010) bahwa jika ada yang  menolak pemekaran provinsi di Papua dan Papua Barat itu merupakan hak dari masing-masing daerah dan hak ulayat di tanah Papua. Karena  menurutnya, Papua  sudah dibagi dalam 7 wilayah Adat dimana untuk Provinsi Papua  ada 5 wilayah adat.

“Jadi kalau yang menolak pemekaran provinsi silakan saja.  Karena masing-masing punya otoritas  hak ulayat.  Itu hak mereka. Misalnya,  mereka mau tolak pegunungan tengah, mereka mau tolak Papua Barat Daya, silakan. Itu urusan mereka. Kalau kami tidak. Kami bukan jadi sub koordinasi dari suku manapun. Kita otonom masing-masing,” tegas Gluba Gebze kepada awak media usai menggelar rapat dalam rangka syukuran penyambutan pemekaran Provinsi Papua Selatan (PPS) dan penjabat gubernur PPS di Sekretariat PPS, Senin (21/3).

Johanes Gluba Gebze juga mengharapkan para pengambil keputusan di Jakarta untuk melihat secara jernih terkait dengan DOB pemekaran tersebut. Karena ia menilai persoalan Papua serupa namun tidak sama.

“Ini harus menjadi landasan kajian untuk melihat  Papua yang sesungguhnya seperti apa. Kita ini dalam konteks serupa tapi tidak sama.  Kalau  saudara-saudara lain belum berkenan membentuk pemekaran provinsi di daerahnya ya silakan saja. Tapi kalau kami  sudah siap dan sudah berkenan. Itu saja prinsip,” tegasnya.

Sehubungan dengan rapat persiapan penyambutan PPS  dan penjabat gubernur, Gluba Gebze menjelaskan bahwa saat kunjungan Ketua Komisi II DPR RI, dirinya banyak cerita dengan yang bersangkutan soal PPS. “Saya pikir ini bukan berita-berita di tengah jalan. Tapi ini dengan pejabat yang berkompeten di DPR RI yang memiliki tupoksi menangani soal pemekaran  provinsi dan undang-undangnya. Jadi  dengan pejabatnya yang tepat,” katanya.   

Menurutnya, peluang tersebut harus disambut dengan melakukan persiapan. “Sebagai umat yang beragama yang tahu bersyukur, kita akan buat tim panitia  pengucapan  syukur pengesahan UU RI pembentukan PPS. Kita juga siap  juga menyambut carateker, entah siapa nanti penjabatnya kita tidak masuk dalam wilayah itu,” jelasnya.

Ditambahkan, syukuran dan penyambutan itu akan dilakukan dengan seluruh kompenen yang ada di Selatan Papua. (ulo/oel/nat)

newsportal

Recent Posts

Miris, di Muara Tami Seorang Bocah SD Disetubuhi Ayah Tiri

Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…

13 hours ago

Tangani 1.572 Kasus, 11 Markas KKB Diduduki

Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…

14 hours ago

Viral Truk Sampah Diduga “Bermain” BBM

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…

15 hours ago

Tersangka Sakit, Kasus Ibu Bakar Anak Dibantarkan

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…

16 hours ago

7 Kebiasaan Setelah Makan yang Ternyata Kurang Baik untuk Kesehatan

Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…

18 hours ago

Biaya Latsarmil Calon Manajer Koperasi Desa Capai Rp30 Juta/Orang

Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…

19 hours ago