Categories: BERITA UTAMA

Gereja Dilibatkan Dalam Penanganan Covid 19

*Bupati Awoitauw: Tokoh Agama Bertanggung Jawab Tangani Covid-19


SENTANI- Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si.,  mengadakan pertemuan dengan seluruh pendeta se-Klasis GKI Sentani, di komplek Kantor Bupati Jayapura, Kamis (16/7) lalu.

Suasana pertemuan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dengan seluruh pendeta GKI Klasis Sentani, Kamis (16/7) lalu. ( FOTO: Robert Mboik/Cepos)

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Mathius Awoitauw kembali meminta kepada seluruh tokoh agama di Kabupaten Jayapura untuk bertanggung jawab dalam menangani penyebaran Covid-19.  

Di hadapan para pendeta, Bupati Matius Awoitauw juga meminta agar seluruh pendeta memastikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ibadah di masing-masing gereja harus menerapkan protokol kesehatan. Sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah untuk menangani dan membatasi penyebaran Covid-19. Karena menurutnya, dari hasil evaluasi yang dilakukan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, masih banyak rumah ibadah khususnya gereja yang melaksanakan ibadah pada hari Minggu namun tidak menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. 

Bupati menyebut hal ini sangat berpotensi mempercepat penyebaran Covid-19 dalam jumlah yang banyak. Oleh karena itu seluruh pendeta bertanggung jawab agar pelaksanaan ibadah di masing-masing gereja, wajib menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

“Para gembala ini menjadi salah satu ujung tombak, dalam menekan penyebaran Covid-19. Apabila semua rumah ibadah sudah menerapkan protokol kesehatan, maka saya yakin kita bisa mengatasi wabah ini. Wabah ini tidak mengenal pejabat, pendeta, bupati. Kalau kita tidak menerapkan protokol kesehatan maka ada potensi kita bisa terpapar,” ungkap Bupati Mathius Awoitauw.

Di hadapan para pendeta, Bupati Mathius Awoitauw bahkan dengan tegas menyampaikan akan mencabut kembali izin kegiatan beribadah di tempat-tempat ibadah baik gereja maupun masjid yang tidak menerapkan protokol kesehatan sebagaimana ketentuannya.

“Pimpinan gereja kita minta bersama-sama untuk mengatasi Covid. Mereka juga harus menjadi kekuatan dan tanggung jawab bersama. Kita sosialisasi dan mereka memberikan masukan juga agar bisa efektif berjalan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, bupati juga mengharapkan para pendeta di Klasis GKI Sentani dan tokoh agama lainnya untuk ikut memberikan sosialisasi terkait kebijakan tersebut.  

“Ini bukan hanya tugas pemerintah tetapi ini juga menjadi tugas kita semua termasuk tokoh-tokoh agama yang ada di di Kabupaten Jayapura secara khusus di Sentani yang sudah menjadi daerah zona merah penyebaran covid 19,” katanya.

Ditambahkan, pemerintah saat ini sudah kesulitan untuk menampung pasien Covid-19. Karena itu tidak ada cara lain, kecuali masyarakat disiplin terhadap protocol kesehatan, agar penyebaran Covid ini dapat ditekan atau bahkan dihilangkan.(roy/nat)

newsportal

Recent Posts

Kosmetik Ilegal Hingga Dapur MBG Jadi Sorotan BPOM

  Kepala BBPOM Jayapura, Herianto Baan menegaskan bahwa langkah tegas ini diambil bukan semata-mata untuk…

5 hours ago

Kelebihan Penyaluran Dana Kampung Dikembalikan Sesuai Aturan

  Abisai menjelaskan, rapat tersebut merupakan tindak lanjut atas kelebihan salur dana kampung yang bersumber…

5 hours ago

Pertahankan Juara Umum, Wali Kota Apresiasi Kafilah MTQ Kota Jayapura

   Ketua Kafilah MTQ Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan proses pembinaan peserta dilakukan secara berjenjang…

6 hours ago

Tuntas Jalankan Tugas, 900 Personel Satgas Pamtas RI -PNG Dikembalikan

Pemulangan personil Satgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 711/RKS Palu dan Yonif 743/PSY  Kupang menggunakan KRI…

7 hours ago

Gaji Mulai Rp47 Juta Hingga Rp110 Juta, Harusnya Diikuti Tanggung Jawab Etis dan Moral

  Menjawab dahaga panjang reformasi peradilan tersebut, pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor…

8 hours ago

Andri Siap Tebus “Hutang”

Menurut Andri, pelatih sebelumnya Rahmad Darmawan tampil cukup baik musim lalu. Mengantarkan Persipura hingga babak…

9 hours ago