Categories: BERITA UTAMA

Peristiwa Nduga, Bupati dan TNI-Polri Harus Bertanggung Jawab

JAYAPURA-Tewasnya 11 orang warga sipil dan dua lainnya luka luka di Kabupaten Nduga, Sabtu (16/7) lalu, membuat Pemerintah Provinsi Papua angkat bicara.

Pemerintah Provinsi Papua melalui Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Papua, Doren Wakerkwa, SH., mendorong Penjabat Bupati Nduga untuk bisa mengatasi persoalan yang terjadi di wilayahnya. Mengingat kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi.

Doren menyebut kejadian di Nduga adalah masalah keamanan nasional, sehingga Bupati Nduga dan TNI-Polri harus bertanggung jawab mengatasi masalah tersebut.

“Kita mendorong bupati supaya masalah itu bisa diatasi dengan bagus. Kami juga bosan dengan kejadian seperti ini yang terus berulang. Kami harap ini jadi bagus kedepan,” tegas Doren Wakerkwa, Senin (18/7).

Doren mendorong supaya bupati dan seluruh pejabat yang ada di Nduga untuk melakukan konsolidasi. Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga persoalan seperti ini tidak boleh terjadi lagi di Nduga.

“Saya sewaktu Karteker Nduga aman dan bagus. Anak-anak itu kan bisa diajak ngomog bahwa tidak boleh melakukan gangguan,” kata Doren.

“Pemerintah kabupaten harus dibackup pihak keamanan karena itu masalah nasional. Kami Pemerintah Provinsi Papua yang selalu mendengar kejadian ini bosan,” sambungnya.

Doren juga menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa ini yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia. Dengan rasa menyesal selalu ada masalah di Nduga.

“Tuhan menciptakan manusia tidak boleh ditembak atau dibunuh sembarang. Kalian di Nduga stop bunuh-bunuh orang, terlebih masyarakat biasa,” tegasnya.

Secara terpisah, Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Cristian Warinussy, SH., menyampaikan turut berbelasungkawa atas terbunuhnya 11 warga sipil di Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua (16/7).

JDP juga sangat menyesalkan digunakannya langkah kekerasan bersenjata terhadap warga sipil tersebut oleh siapapun. Termasuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Karena itu, JDP memberi saran kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk secara terukur dan seksama mengambil keputusan dalam menangani perbuatan para terduga pelaku penganiayaan dan pembunuhan ini.

Bagaimana pun pilihan langkah penanganan tersebut diyakini oleh JDP pasti memberi dampak penting bagi masyarakat sipil asli Papua di Nogolait secara khusus, tetapi juga bagi seluruh warga sipil di Kabupaten Nduga.

“Kami senantiasa menyerukan diberlakukannya langkah pendekatan damai untuk segera menyudahi berbagai konflik bersenjata di tanah Papua. JDP menyerukan kepada Presiden Joko Widodo untuk perlu mempertimbangkan dimulainya dialog damai dengan semua pihak yang bertikai di tanah Papua selama ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, JDP sangat yakin bahwa model pendekatan negara dengan terus melakukan pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) tidak akan mengakhiri konflik sosial politik di atas tanah Papua. JDP juga menyerukan dihentikannya kegiatan jual beli senjata api di seluruh tanah Papua sebagai salah satu medan peningkatan konflik bersenjata melalui proses penegakan hukum yang adik dan tidak pandang bulu.

“Konflik di tanah Papua hanya bisa diselesaikan melalui jalan dialog damai, dan bukan melalui pendekatan pemekaran wilayah maupun transaksi jual beli senjata, serta tidak melalui pendekatan kekerasan bersenjata dan atau angkat senjata sekalipun,” tegasnya. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: NDUGA

Recent Posts

Lima Korban Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…

1 day ago

Larangan Pungli Harus Jadi Perhatian Serius Tiap Sekolah

Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…

1 day ago

Berharap Pergumulan MRP Dapat Ditindaklanjuti Gubernur

ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…

1 day ago

Sudah 113 Kali Donorkan Darah, Bangga Karena Diberi Umur Panjang

Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…

1 day ago

Alokasikan Dana Hibah Rp11 M Untuk 500 Lembaga

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…

1 day ago

Luluskan 46 Siswa, SNK Olahraga Papua Gandeng FIK Uncen

Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…

2 days ago