

Pelaku RM saat dimintai keterangannya di Polres Puncak Jaya, Selasa (15/6). ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)
JAYAPURA-Wakil Satgas Humas Nemangkawi AKBP Arief Fajar Satria menyampaikan, pihaknya menemukan bukti transfer uang dari Lekagak Telenggen dan Numbuk Telenggen ke rekening RM alias NM. Tujuannya untuk membeli amunisi dan senjata untuk aksi KKB di Kabupaten Puncak.
Sebelumnya, tim menangkap RM yang diduga terlibat dalam jaringan penjual senjata api dan amunisi kepada KKB di Kabupaten Puncak Jaya. Pelaku ditangkap di Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (15/6).
Pada saat diamankan dan dilakukan penggeledahan, anggota berhasil menemukan uang tunai sebesar Rp 370.000.000. Diduga dana tersebut untuk membeli senjata api dari seseorang.
Satgas Nemangkawi terus mendalami temuan penyumbang dana untuk kelompok kriminal teroris bersenjata. Karena itu akan dilakukan pemeriksaan terhadap ketua DPRD berinisial SW dan beberapa orang dari Pemda Puncak.
Dalam penangkapan terhadap pemasok senjata KKTB Ratius Murib, muncul buku catatan yang memuat siapa saja penyumbang dana untuk KKTB. Sumbangan itu diduga digunakan untuk pembelian senjata yang kemudian digunakan KKTB.
Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombespol M. Iqbal menuturkan bahwa semua nama yang tercatat dalam transaksi akan panggil oleh penyidik. Namun, tidak dijelaskan dengan detil siapa saja yang akan diperiksa. ”Semua aja ya,” paparnya.
Hingga saat ini petugas masih upaya untuk mendalami semua sumber dana yang didapatkan RM. Serta, pembelian senjata dan amunisi yang dilakukan yang bersangkutan. ”Masih proses,” terang Kabidhumas Polda Jawa Tengah tersebut.
Dikonfirmasi terkait temuan itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat –Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menampiknya. ”Tidak benar kami mendapatkan uang dari pemda dan ketua DPRD,” tuturnya.
Menurutnya, semua itu bisa jadi merupakan rekayasa dengan tujuan menjerat orang untuk ditangkap. ”Dokumennya bisa dimanipulasi dengan tujuan tertentu,” terangnya dihubungi Jawa Pos kemarin malam (17/6)
Saat ditanya untuk apa menjerat orang dengan rekayasa, dia menjelaskan bahwa semua hal bisa terjadi dalam perang. ”Kami mencurigai polisi bermain,” tudingnya.
Bagian lain, Pengamat Terorisme Al Chaidar menjelaskan, dalam pemberian sumbangan terhadap KKTB itu perlu diperjelas alasannya. Bisa jadi para penyumbang itu dengan terpaksa melakukannya karena KKTB melakukan teror. ”Diancam untuk memberikan dukungan,” jelasnya.
Sebab, karakter teroris itu memang semacam itu. Dengan semua kekerasan bersenjata yang dilakukan, membuat orang-orang di sekitarnya ketakutan. ”Mau tidak mau, untuk selamat harus memberikan dukungan atau ikut mendanai,” tuturnya.
Karena itu, Polri diminta untuk lebih jeli dalam menuntaskan masalah tersebut. Jangan sampai seakan-akan KKTB memiliki banyak dukungan. ”Padahal, hasil dari ancaman kekerasan,” tegasnya. (fia/id/nat)
Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…
Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…
Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…
Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…
Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…
Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…