Categories: BERITA UTAMA

Optimis Tidak Ada Penundaan Pemilu

SIMULASI PENGAMANAN: Suasana kegiatan simulasi pengamanan Pileg dan Pilpres yang digelar Kodam XVII/Cenderawasih di depan kantor Gubernur Papua, Sabtu (16/2). (FOTO : Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua optimis pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019 yaitu Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI) di Provinsi Papua tetap berjalan sesuai dengan agenda yang ada. 

Bahkan dengan tegas Komisioner KPU Provinsi Papua, Tarwinto menyatakan, tidak ada istilah Pemilu di Papua akan terlambat apalagi sampai ditunda. Sebab Pemilu menurutnya merupakan tahapan nasional, sehingga harus sukses terselenggara oleh KPU.

“Kalau ada yang meragukan kami sebagai penyelenggara, ya silakan saja. Namun, pada dasarnya, kami siap demi suksesnya agenda negara. Kami harus siap karena telah diamanatkan undang-undang,” ungkap Tarwinto kepada Cenderawasih Pos di Grand ABE Hotel, Minggu (17/2). 

Untuk persiapan Pemilu, Tarwinto menyebutkan logistik Pemilu saat ini sudah 90 persen berada di kabupaten dan kota. “Kita tinggal menunggu surat suara dan sebagian sudah ada di beberapa kabupaten dan ada juga yang belum,” jelasnya. 

Disinggung soal 7 kabupaten dan kota yang belum memiliki komisioner KPUD, Tarwinto menyebutkan untuk menghandel pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 di 7 kabupaten dan kota yang belum memiliki komisioner KPUD, KPU Papua akan berbagi tugas. 

“Kami telah dibagi sebagai Korwil yang akan standby di kabupaten/kota masing-masing. Artinya, kami bertujuh di KPU Papua harus standby di kabupaten/kota yang belum ada komisionernya, sehingga dapat memastikan semua tahapan pelaksanaan Pemilu itu berjalan dengan baik,” pungkasnya. 

Sementara terkait pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, Kodam XVII/Cenderawasih menggelar Simulasi Pengamanan Pileg dan Pilpres di depan kantor Gubernur Papua,  Sabtu (16/2). Simulasi tersebut juga melibatkan persoel Polda Papua. 

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengatakan, simulasi ini dilakukan untuk melihat kesiapan TNI dan Polri dalam mengamankan pelaksanaan Pemilu Serentak tahun 2019 di Provinsi Papua.

“Kita sudah siap menghadapi dan mengantisipasi setiap hal yang menonjol mulai dari pra hingga pasca Pemilu. Justru sebaliknya, yang perlu dipastikan ialah sudah sejauh mana kesiapan dan persiapan KPU,” ungkap Pangdam Yosua Sembiring kepada wartawan usai simulasi. 

Aparat keamanan menurut Pangdam sudah melakukan persiapan pengamanan khususnya di daerah konflik di Papua. Pihaknya juga telah melakukan mengantisipasi dengan menyiapkan personel dan alat kelengkapan untuk pengamanan.

Di tempat yang sama, Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin kembali memberikan perhatian serius terhadap kesiapan pelaksanaan Pemilu Serentak di 7 kabupaten dan kota yang belum memiliki komisioner KPUD. 

“Ini yang harus dipertanyakan pada KPU Provinsi Papua, terkait 7 kabupaten/kota yang tidak ada komisionernya. Artinya, bagaimana KPU Provinsi Papua mengambil alih tanggung jawab tersebut,” tuturnya kepada wartawan. 

Polda Papua menurut Sormin sudah siap mengamankan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 di wilayah hukumnya. Pihaknya bahkan sudah menggelar Operasi Mantap Brata sejak Oktober 2018 atau saat dilakukan pendaftaran Capres dan Cawapres. 

Terkait simulasi yang dilakukan, Kapolda Martuani Sormin menyebutkan simulasi ini dilakukan agar setiap personel bisa saling memahami Tupoksinya masing masing, serta bagaimana perbantuan TNI ke Polri.  (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

13 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

21 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

22 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

23 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

1 day ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago