Categories: BERITA UTAMA

Harga Ikan Tembus Rp 1,2 Juta

JUAL IKAN: Sejumlah pedagang ikan di Pasar Ikan Hamadi saat menata jualannya, Senin (16/12). Jelang Natal dan Tahun Baru, harga ikan di Kota Jayapura melambung hingga Rp 1,2 juta perekor.  (FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA-Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, merupakan momen yang selalu berdampak pada kenaikan harga barang. Baik itu komoditi pertanian, kebutuhan pokok maupun harga daging dan ikan segar.

Kondisi ini rutin terjadi setiap tahun, termasuk tahun ini. Dari pantauan Cenderawasih Pos, harga ikan di Kota Jayapura terus bergerak naik. Bahkan, Senin (16/12) saat Cenderawasih Pos menyambangi Pasar Ikan Hamadi, ada ikan yang harganya mencapai Rp 1,2 juta perekor. 

Ikan yang harganya mencapai Rp 1,2 juta yaitu ikan jenis ekor kuning yang panjangnya di atas 1 meter.  

Padahal sebelumnya, ikan ekor kuning ukuran di atas satu meter, harganya hanya berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 450 ribu perekor. Dari beberapa sumber yang ditemui Cenderawasih Pos menyebutkan, melambungnya harga ikan di pasaran, selain krena tingginya permintaan konsumen, kondisi cuaca dan gelombang laut yang kurang bersahabat bagi para nelayan menjadi pemicu. 

Midol salah seorang penjual ikan di Pasar Ikan Hamadi menyebutkan, sudah dua bulan lebih, harga ikan di pasaran mengalami kenaikan harga. Namun meski harga ikan terbilang sangat mahal, hal tersebut tidak memengaruhi daya beli masyarakat. Karena kebutuhan ikan pada momen Natal ini sangat tinggi.

“Kami setiap hari menyediakan 10 – 20 ekor ikan besar. Ukuran 1 meter bahkan lebih dengan harga jual Rp 600 ribu – Rp 1,2 juta. Harganya naik dari sebe,umnya Rp 300 ribu –  Rp 450 ribu perekor. Untuk ikan ukuran sedang atau standar, saat ini harganya Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu perekor,” ungkapnya saat ditemui Cenderawasih Pos, Senin (16/12).  

Dengan kondisi harga ikan mahal, konsumen menurutnya tetap lebih dominan membeli ikan ukuran besar. Karena meski harga ikan besar mahal namun karena dagingnya banyak maka ikan besar paling banyak dicari.

Andi pedagang ikan lainnya di Pasar Ikan Hamadi menjelaskan bahwa kebutuhan ikan pada bulan Desember sangat tinggi. Namun karena pengaruh gelombang laut yang berdampak pada kurangnya hasil tangkapan nelayan, menurutnya menjadi salah satu pemicu harga ikan mahal.

“Kami khusus untuk penjual ikan kecil atau ukuran standar. Untuk konsumsi umum ini lebih banyak menjual ikan potong. Karena ikan perekornya lebih mahal yakni Rp 200 ribu – Rp 350 ribu. Naik dari harga Rp 70 ribu – Rp 100 ribu perekor. Jadi untuk meningkatkan penjualan, kami sediakan ikan potong Rp 30 ribu/tumpuk,” jelasnya.

Diakuinya, kondisi naiknya harga ikan, akan berlangsung cukup lama, bukan hanya di bulan Desember tetapi bisa sampai bulan Februari 2020. Hal ini berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. (ana/nat)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

11 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

12 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

13 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

14 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

15 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

16 hours ago