Categories: BERITA UTAMA

Hutan Bakau Tergerus, Mantan Bupati Jayapura Prihatin

JAYAPURA – Mantan Bupati Jayapura, Ir Yan Pieter Karafir M.Sc mengaku prihatin melihat kondisi hutan bakau di Entrop, Jayapura Selatan saat ini. Diakui ada banyak sekali perubahan yang terjadi dan itu menurutnya akan mengancam. Bupati yang memimpin periode 1991 hingga 2001 ini menyebut banyak kawasan hutan bakau yang kini berdiri bangunan.

Bahkan saat ia berkeliling ke Entrop ia mengaku kaget karena perumahan sudah berdiri dimana – mana. Ia menitipkan pesan bahwa pembangunan yang ada sepatutnya tidak mengganggu keberadaan hutan yang sudah ada lebih dulu.

“Jujur saya kaget, rumah sudah mepet-mepet dan bakau yang dulu penuh di Entrop sekarang sudah terbatas, berbeda sekali,” kata Pieter Karafir saat menyambangi Pondok Konservasi Rumah Bakau Jayapura, Kamis (16/3).

Pria yang juga menjabat sebagai board Yayasan Eco Nusa  ini sengaja meminta diantar berkeliling  di kawasan hutan bakau dan bersama Kepala Kantor Eco Nusa, Maryo ia mengamati beberapa kawasan yang menurutnya banyak berubah.

Ia mengenang bahwa saat ia menjadi  bupati bangunan di sepanjang Pantai Hamadi bisa dihitung dengan jari. Yang diingat ketika itu hanyalah bangunan gedung PDAM  namun dari kondisi terkini ia berharap pemerintah bisa tegas untuk aturan main.

  “Kalau tidak ini akan semakin rusak. Dulu konsep kami di teluk ini adalah hanya dibangun  beberapa dermaga kemudian menggunakan kapal very untuk berkeliling di wilayah teluk.  Tapi sekarang saya melihat sudah terlalu banyak rumah dan hutan yang hilang,” bebernya.

Pejabat yang pernah menjadi rector Unipa ini mengharap bahwa masyarakat akar rumput bisa menjaga wilayah hutannya dengan tidak melepas dan akhirnya dibangun bangunan. “Seharusnya tanah jangan dilepas.

Dulu pak Bas (Barnabas Suebu) saat menjadi gubernur mengatakan bahwa hutan bakau harus dijaga, kiri kanan itu 100 meter dikasi kosong. Ini maksudnya agar  hutan tidak diganggu tapi sekarang rumah sudah hilangkan keberadaan hutan bakau juga,” ucapnya.

“Bakau ini harus diselamatkan dan Pemda harus mengambil tindakan,” tutupnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Sejumlah Anak Terpapar, Merauke Berstatus KLB Campak

Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…

3 hours ago

Tetap Percaya Diri Meski Mencatat hingga Menyapa Pelanggan Semua Lewat Layar

Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…

4 hours ago

Kapal Papua Baru Tenggelam di Pelabuhan Jayapura

Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…

4 hours ago

Pomdam XVII/Cenderawasih Mulai Selidiki Tewasnya Kevin

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…

5 hours ago

Kaya Akan Biodiversity, Upaya Pelestarian Perlu Dilakukan Secara Kolaborasi

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…

6 hours ago

Kejagung Buka Peluang Periksa Kepala BGN Nanik Sudaryati

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…

10 hours ago