Categories: BERITA UTAMA

Mahasiswa Uncen Tolak Golput

TOLAK GOLPUT: Ketua MPM Uncen, Louis D Raiwaky didampingi Ketua BEM Fakultas Hukum Uncen Jembris Wafom, Ketua HMJ FKIP Nomensen Bleskadit dan pengurus lainnya saat memberikan keterangan pers di Abepura, Sabtu (13/4).( FOTO : Takim/Cepos)

Ajak Masyarakat Salurkan Hak Politiknya

JAYAPURA-Mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura mengajak kaum milenial dan masyarakat Papua pada umumnya untuk menyalurkan hak politiknya pada Pemilu Serentak 2019, Rabu (17/4) lusa. 

“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Papua untuk mendukung Pemilu damai yang ada di tanah ini,” ungkap Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Uncen, Louis D Raiwaky dalam jumpa pers, Sabtu (13/4).

Louis Raiwaky yang didampingi sejumlah pengurus BEM fakultas di antaranya Ketua BEM Fakultas Hukum Uncen, Jembris Wafom, Ketua HMJ FKIP, Nomensen Bleskadit dan pengurus lainnya mengatakan, dengan cara menghargai hak suara yang disalurkan ke TPS, maka secara tidak langsung telah mengikuti aturan yang ada.

“Dengan menghargai hak suara anda dan mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu serta para pendukung penyelenggara negara, maka kita telah menentukan masa depan bangsa. Apalagi Pemilu merupakan agenda negara,” tegasnya. 

Oleh sebab itu, ia mengajak kaum milenial Papua untuk ikut serta menyukseskan agenda negara dengan mendukung Pemilu yang aman dan damai.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Hukum Uncen, Jembris Wafom menjelaskan bahwa secara undang-undang, kedaulatan negara berada di tangan rakyat. Sehingga sudah seharusnya rakyat sebagai pemegang kedaulatan, harus mendukung pesta demokrasi yang akan berlangsung lusa.

Pemilu menurutnya merupakan representasi dari kedaulatan rakyat itu sendiri. Dimana pesta demokrasi atau pesta rakyat ini menjadi ajang bahwa rakyatlah yang berdaulat di atas negara ini sekaligus menentukan pemimpin yang bisa membawa perubahan sesuai hati nurani rakyat masing-masing.

“Untuk itu, kami para pimpinan mahasiswa di Uncen mengimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat menggunakan suara secara bijak dan cerdas guna menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin dan wakil rakyat untuk lima tahun ke depan. Serta menahkodai baik dari tingkatan daerah hingga nasional baik legislatif dan DPD,” katanya.

Jembris juga menyarankan agar kaum milenial Papua lebih peka dengan lingkungan sekitar dan tidak cepat terpengaruh dengan isu-isu yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Kami mengajak untuk menolak politik uang, kampanye hitam, isu SARA, politik indentitas, hoax dan lainnnya yang bisa memecah bela persatuan. Ingat satu suara, satu orang, satu periode untuk Indonesia lebih baik dan untuk Papua lebih maju kedepannya,” katanya.

Lanjut Jembris yang mengutip pernyataan Romo Frans Magnis Suseno menyebutkan Pemilu dilaksanakan untuk mencegah pemimpin yang buruk berkuasa di atas tanah ini. Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat untuk  bijak dan cerdas dalam menyalurkan hak suaranya.(kim/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago