Categories: BERITA UTAMA

Penumpang Membludak, Maskapai Minta Tambahan Penerbangan

PERIKSA BERKAS: Petugas KKP saat memeriksa berkas penumpang pesawat Trigana dari Jayapura saat tiba di Bandara Wamena, Kamis (13/8).  (FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA-Sejak Bandara Wamena dibuka, Senin (10/8) dan baru mulai melayani angkutan penumpang dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (13/8) kemarin, penumpang yang hendak terbang ke Wamena membludak di Bandara Sentani. 

Maskapai Trigana Air Service yang mendapat jatah dua kali penerbangan ke Wamena belum mampu menjawab tingginya permintaan untuk terbang ke Wamena.

Pasalnya sejak pelayanan ke Bandara Wamena dibuka, sudah ada 500 lebih calon penumpang yang mendaftar. Sementara pihak Trigana yang mengoperasikan pesawat ATR 72 Seri 500 hanya mampu melayani 128 penumpang untuk dua kali flight atau penerbangan. 

Manager Trigana Air Service Wamena, Michael Biduri menyebutkan, untuk penerbangan perdana pasca dibukanya kembali pelayanan penumpang ke Bandara Wamena, dua kali penerbangan dari Jayapura semuanya full dengan kapasitas 64 sampai 65 penumpang.

Untuk menjawab tingginya permintaan masyarakat yang ingin terbang ke Wamena, Trigana menurut Michael Bidu akan mencoba meminta tambahan penerbangan ekstra ke pemerintah daerah.

“Permintaan masyarakat khususnya dari Jayapura-Wamena sangat tinggi. Satu-satunya jalan kami akan mencoba meminta tambahan penerbangan ekstra kepada Pemda. Mudah-mudahan bisa berjalan,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (13/8). 

Dengan jadwal penerbangan tiga kali satu minggu (Senin, Kamis dan Jumat), Michael Biduri mengakui belum bisa menjawab permintaan masyarakat yang sangat tinggi. 

Apalagi untuk saat ini pihaknya hanya bisa mengoperasikan pesawat ATR yang kapasitas full penumpang dari Bandara Sentani hanya 64 orang. 

“Kalau pengangkutan penumpang dengan Boeing sekali terbang bisa 130 orang. Berarti satu hari itu taruhlah sekira 390 penumpang. Namun dengan menggunakan ART kapasitass full dari Sentani 64 orang. Kalau dua flight satu hari, yang terangkut hanya 128 penumpang sama artinya dengan itu baru satu flight pesawat Boeing. Berarti dalam satu hari itu sekira 260 penumpang belum terangkut,” jelasnya. 

Dengan jadwal penerbangan tiga kali seminggu dan satu hari dua kali penerbangan, Michael Biduri mengakui tidak akan mampu mengatasi lonjakan penumpang. Apabila kondisi penerbangan belum normal, maka lonjakan penumpang diprediksi akan terus terjadi. 

“Kalau kondisi kesehatan dalam hal ini pandemi Corona sudah bisa normal, kemungkinan penerbangan arus balik ke Wamena bisa normal kalau jadwal penerbangan kembali normal. Kalau tidak, sampai Desember juga tetap terjadi lonjakan,” kata Michael.

Dikatakan, pelayanan dua kali penerbangan ke Wamena atau seminggu enam kali, sudah full. Pasalnya, ada permintaan dari pemerintah daerah untuk memprioritaskan peserta seleksi CPNS yang lolos seleksi, khususnya putra daerah. 

Michael mengaku sudah mendapat daftar nama CPNS, dimana pemerintah daerah meminta bantuan untuk memprioritaskan mereka.

“Jadi memang hal-hal seperti begini pasti menimbulkan pro dan kontra. Karena ada yang bisa naik dan ada yang tidak bias. Ini memang kendala yang tadi saya katakan, tidak akan normal kalau penerbangan juga belum normal,” ujarnya. 

Apabila kondisi lonjakan penumpang terus berlangsung menurutnya, ada indikasi yang warga yang kesulitan menggunakan jalur pesawat akan menempuh jalur darat ke Wamena. “Indikasinya memang banyak masyarakat yang tidak bisa naik pesawat, mereka ada rencana seperti itu,” pungkasnya. 

Sementara itu, terkait dibukanya kembali pelayanan penumpang di Bandara Wamena, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan UPBU Kelas I  Wamena melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan mengecek berkas rapid test penumpang saat tiba di Bandara Wamena. 

Pelaksana Tugas Kepala unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Kelas I A Wamena Ferdinand Halattu menyebutkan, sesuai dengan hasil kesepakatan pemerintah daerah semua penumpang yang ingin melakukan perjalanan penerbangan ke Wamena harus melalakukan rapid test melalui Posko Terpadu Jayawijaya di Bandara Sentani. Selain dari itu hasil rapidnya tak digunakan untuk bisa terbang ke Wamena. Karena itu sudah kesepakatan dari Pemda Jayawijaya yang melakukan pemeriksaan.

“Jadi setiap penumpang sebelum masuk ke terminal kedatangan, kami periksa suhu tubuhnya dan berkas hasil rapid test dari Jayapura yang dikeluarkan Posko Terpadu Jayawijaya,” jelasnya.

Ferdinan mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini yaitu pemeriksaan terhadap penumpang yang masuk ke Wamena dari kabupaten pemekaran di wilayah Lapago. Pasalnya dengan dibukanya Posko Terpadi di Bandara Sentani, tidak ada lagi petugas yang melakukan rapid test di Bandara Wamena

“Penumpang yang masuk dari kabupaten pemekaran di Lapago, tidak melakukan pemeriksaan di wilayahnya. Misalnya penerbangan perintis atau penerbangan misionaris yang membawa penumpang dari pos-pos. Untuk itu, tim kesehatan masih diperlukan di Bandara Wamena,” tuturnya. 

 “Kami mengharapkan tim kesehatan dari Jayawijaya tetap berada di Bandara Wamena untuk melakukan pemeriksaan penumpang yang masuk dengan penerbangan dari kabupaten pemekaran di wilayah Lapago,” pungkasnya. (jo/nat)

newsportal

Recent Posts

Kursi Sekda Papua Memanas

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pengumuman dan penerimaan berkas berlangsung pada 16-30 September 2026. Selanjutnya, seleksi…

13 hours ago

Mayat Seorang Wanita Ditemukan di Sekitar Kolam Buaya

Wanita tersebut diperkirakan sudah lanjut usia dan mengenakan jaket berwarna merah marone dan celana panjang…

14 hours ago

Orang Tua Siswa Minta Kampus Tegas

​"Sebenarnya aksi ini sudah berakhir beberapa hari lalu. Hanya karena kelalaian lembaga yang tidak mengakomodir…

15 hours ago

Ratusan Orang di Mimika Terinfeksi HIV-AIDS

Mayoritas penderita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 109 orang, sedangkan perempuan tercatat 90 orang. Kepala Seksi…

16 hours ago

Pembangunan Kopdes Merah Putih Belum Menyentuh Kampung

Program pemerintah pusat dalam mendoro ekonomi masyarakat di kampung lewat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)…

17 hours ago

Gaji Manajer Kopdes Rp6,3 Juta-Rp8,3 Juta Dikontrak Dua Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berkisar…

18 hours ago