Categories: BERITA UTAMA

Dua Suku yang Bertikai Akan Dimediasi Lewat Jalur DAS

SENTANI-Pertikaian dua kelompok warga satu suku  antara Ondoafi Agus Marweri dan Tidores Marweri yang berujung pemalangan tempat wisata bukit Tungku Wiri atau Teletubbies akan diselesaikan melalui jalur Dewan Adat Suku (DAS). Hal ini disampaikan Kapolres Jayapura, AKBP. Fredrickus Maclarimboen, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos,  Jumat (12/8).

“Kemarin memang sempat dimediasi di Polres tetapi besok itu untuk urusan pengelolaan tanah dan tempat wisata Bukit Tungku Wiri atau Teletubbies itu akan dilakukan oleh pihak das,” katanya.

Dia mengakui pasca peristiwa saling serang antara dua kelompok warga dari satu suku itu, Polres Jayapura sudah berupaya untuk mengamankan lokasi dan juga mengundang kedua kelompok warga itu untuk dilakukan mediasi.  Adapun kesepakatan sementara yang berhasil ditempuh adalah pengelolaan tempat wisata itu untuk sementara ditutup sampai ada keputusan bersama yang akan diambil alih oleh pihak Dewan Adat Suku (DAS) Sentani.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kamis (11/8) sore terjadi keributan antara Ondoafi Agus Marweri dan Tidores Marweri.  Dua kelompok dari satu suku itu sama-sama mengklaim kepemilikan tanah yang ada di Doyo Lama, salah satunya terkait pengelolaan tempat pariwisata Bukit Teletubbies atau Bukit Tungku wiri.

“Keduanya mengklaim merupakan pemilik tanah yang ada di Doyo Lama. Disaat bersamaan akan ada kegiatan penanaman oleh teman – teman dari Papua Muda Inspiratif, dimana saat mereka didatangi massa dari kelompok Tidores Marweri dan menyampaikan bahwa lokasi tanah tidak boleh ada aktivitas apapun. Usai membubarkan kegiatan tersebut massa kembali hendak memalang bukit Tungku Wiri atau Teletubbies namun disaat bersamaan massa dari kelompok Agus Marweri mendatangi mereka sehingga sempat terjadi ketegangan dengan saling serang namun dengan cepat berhasil kami redam,” ungkap Kapolres Fredrickus Maclarimboen.

Dia mengungkapkan akibat dari aksi saling serang kedua kelompok warga tersebut seorang warga mengalami luka-luka. Selain itu ada satu unit pondok yang dirusak dan dua unit yang sempat dibakar. Terkait dengan adanya korban dan juga kerugian materi akibat kejadian itu, sejauh ini pihaknya perlu menerima laporan dari pihak yang merasa dirugikan atau korban. (roy/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: SENTANI

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

22 hours ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

23 hours ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

23 hours ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

24 hours ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

1 day ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

1 day ago