Categories: BERITA UTAMA

Lambatnya   Penanganan OPD, Belum Ada Posko

JAYAPURA-Beberapa pedagang di Pasar Youtefa yang ditemui mengaku banjir kali ini paling besar dibanding yang sudah – sudah. Itu bisa dilihat dari genangan air yang tidak hanya berada di pusat pasar tetapi sampai ke jalan menuju pasar. Bahkan ketinggian air di tengah pasar menurut beberapa pedagang ada yang mencapai 3 meter. Alhasil tak sedikit yang malam itu harus nginap di atap atau loteng.

“Ini yang paling besar. Belum pernah air seperti ini karena dulu – dulu itu hanya disekitar pasar saja tapi ini sampai keluar,” kata Ilham satu pedagang saat ditemui di pintu pasar.

Ilham menyebut ada orang tua dan anak – anak yang terjebak malam itu namun untungnya bisa dievakuasi.

Dari pengakuan warga saat ini yang paling dibutuhkan adalah makanan siap saji dan pakaian bayi atau anak – anak. “Kalau untuk kami tidak ganti pakaian tidak masalah tapi kasihan anak – anak banyak yang belum makan. Tadi ada yang bagi – bagi makan tapi dari organisasi – organisasi, bukan pemerintah,” sindir Ilham lagi.

Cerita lain disampaikan Faisal. Pedagang goden sejak tahun 2010 ini mengatakan ia sampai harus menyelam untuk bisa menutup pintu dan mengangkat barang – barang yang tenggelam. “Sudah bingung saya, itu kelelep dan saya harus turun menyelam untuk mengunci pintu,” ceritanya.

Ia mengatakan tidak sempat memindahkan barang – barangnya ke tempat yang lebih aman karena  menduga air hanya sebatas dada orang dewasa. Namun ternyata air melewati kepalanya. “Itu yang saya bilang ini yang paling dahsyat, ngeri sekali,” sambungnya.

Pedagang wanita lainnya justru memprotes pemerintah. Pedagang bernama Asma Nawawi ini menggerutu dan mengatakan apa yang pemerintah lakukan untuk pedagang dan pasar ini. Padahal ia dan pedagang lainnya setiap bulan membayar retribusi sebesar Rp 500 ribu. Tapi untuk selokan atau got saja masih harus dibuat oleh pedagang sendiri.

“Sekarang jalannya juga seperti apa? rusak sekali. Timbun tapi tidak diratakan dan pembeli malas masuk. Nanti kami tinggikan sedikit malah disuruh bayar padahal ini kami pakai duit sendiri,” cecarnya.

Ia bahkan berani mengatakan bahwa Pasar Yotefa  ini jika tak api ya banjir. “Hanya dua itu, kebakaran dan kebanjiran dan kami setiap bulan harus tetap membayar,” koarnya.

Beberapa pedagang lainnya juga menanggapi lambatnya   penanganan OPD. “Sampai malam mini belum ada posko, kami bingung mau mengadu kemana. Anak – anak juga banyak yang kelaparan,” sindir Anto, satu pedagang ikan.

Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Irawadi yang dihubungi via handphonenya membenarkan soal belum adanya posko. “Ini masih kami rapatkan dan rencana akan dibangun di GOR Waringin atau di Brimob. Segera kami putuskan,”  singkatnya dalam rapat.

Sementara hingga sore kemarin terpantau air di Pasar Youtefa yang sebelumnya menyentuh atap perlahan – lahan mulai surut dan hanya sebatas lutut orang dewasa. Hanya saja banyak sekali sampah yang berserakan dan warga mengaku lambatnya air keluar dari kawasan pasar tak lepas dari tersumbatnya saluran pembuangan akibat sampah. (ade/fia/cr-265/ana/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: BANJIR

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

3 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

3 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

3 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

3 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

3 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

3 days ago