Categories: BERITA UTAMA

Klasik, Materi RAPBD Papua  Terlambat Lagi

Johny Banua: Harusnya Materi Induk Sudah Masuk

JAYAPURA – Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw mengatakan bahwa materi RAPBD induk tahun 2021 seharusnya sudah bisa dibahas di DPR untuk selanjutnya diteruskan dengan sidang paripurna. Hanya saja hingga kini DPRP belum menerima materi apa – apa sehingga bisa dipastikan proses sidang akan kembali molor. Hanya saja ini bukan hal baru dimana penyampaian materi setiap tahun terlambat dan berdampak pada  jadwal pembahasan dan sidang.

Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw

Menurutnya yang paling terasa nantinya adalah kualitas dari penyusunan ini juga tidak maksimal. Dimana DPRP tidak bisa memberikan banyak masukan maupun koreksi dari materi yang diterima karena deadline pembahasan. Hal ini sebagaimana disampaikan Johny Banua kepada Cenderawasih Pos yang mengingatkan kembali pihak eksekutif untuk bisa segera merampungkan materi dan mengirimkan ke DPR.

“Harusnya sudah dikirimkan dimana Oktober itu sudah mulai dilakukan rapat dengan mitra untuk dikoreksi dan dilihat apakah sudah sesuai atau perlu diperbaiki. Hanya sampai November ini ternyata materi belum juga masuk. Kami tidak tahu kenapa terlambat tapi memang setiap tahun begini,” ucap Johny Banua melalui ponselnya  kemarin.

Johny sendiri telah bersurat ke gubernur dan meminta untuk minggu kedua Oktober harusnya materi sudah dikirim  akan tetapi memasuki minggu kedua November ternyata belum ada tanda – tanda. “Idealnya ya masuk dari awal agar pembahasan lebih baik, waktu pembahasan cukup termasuk soal KUA PPAS. Tapi apakah karena perubahan Permendagri Nomor 90 baru terkait tata cara penyusunan menggunakan kode rekening baru atau alasan lain kami masih menunggu,” tambahnya.

Disinggung soal anggaran recofusing seperti yang dilakukan di semester pertama tahun 2020 ini menurut Johny di tahun 2021 tak ada lagi  recofusing anggaran. Recofusing tahun ini dilakukan lantaran APBD nasional dan provinsi sudah ditetapkan kemudian Covid menyerang dan tak ada anggaran untuk penanganan Covid sehingga semua OPD diwajibkan mengalihkan sebagian anggarannya untuk penanganan Covid. “Tapi untuk tahun 2021 untuk Covid tetap ada yang dianggar karena kita sudah tahu covid masih ada  tapi bukan lagi recofusing namanya,” pungkasnya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

5 hours ago

Gubernur Singgung Soal Benalu yang Ambil Keuntungan

Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…

6 hours ago

MRP Minta Kewenangan Pengelolaan SDA Jangan Semua Oleh Pusat

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…

7 hours ago

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…

8 hours ago

Kapolda: BKO Mabes Standby hingga Juli

Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…

9 hours ago

Gerayangi Murid, Oknum Guru Ngaji Diamankan Polisi

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…

10 hours ago