

Dua legenda tinju Papua Benny Manufandu dan Zeth Morin saat akan bertarung dalam pada opening laga cabor tinju PON XX Papua di GOR Cenderawasih, Selasa (5/10). (FOTO: Panpel Cabor Tinju PON Papua)
DUA petinju saling serang di atas ring. Di sudut merah ada Benny Manufandu. Sementara itu, sudut biru ditempati Zeth Morin. Dua petinju tersebut sudah uzur. Usianya di atas 60 tahun. Lalu, kenapa masih saling adu pukul? Ternyata, Benny maupun Zeth merupakan legenda tinju Papua. Keduanya memperkuat Papua di PON VIII Jakarta.
Laga Benny melawan Zeth di GOR Cenderawasih Apo, Jayapura, hanya berjalan dua menit. Itu sekaligus menjadi opening laga cabor tinju di PON XX Papua. Meski ngos-ngosan, Benny mengaku sangat senang. ’’Saya sangat terharu dan bangga karena sudah diberi kesempatan dan kepercayaan untuk bertarung sebelum atlet muda bermain,’’ kata Benny.
Pertarungan keduanya tidak berlangsung sengit. Benny maupun Zeth tidak mau ngoyo. Keduanya hanya ingin menunjukkan beberapa teknik yang mereka miliki. ’’Pada kesempatan ini, saya ingin membagikan sedikit pengalaman. Dan saya harap atlet yang tampil nanti bisa punya daya juang yang tinggi,’’ sambung Zeth.
Meski sudah menunjukkan skill, Benny merasa petinju muda kini tampak lebih ganas. ’’Saya lihat tinju sekarang sudah berbeda dengan zaman saya dulu,’’ terangnya. Dan, sebagai warga Papua, dia berharap kontingen tuan rumah bisa meraih prestasi maksimal. (gus/c12/bas/JPG)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…