Categories: BERITA UTAMA

Truk Karyawan PT. Wiku Ditembak OTK

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah X Provinsi Papua, Osman Marbun

JAYAPURA-Truk yang mengangkut karyawan PT. Wijaya Kusuma (Wiku) yang sedang melaksanakan pemeliharaan jalan di Kabupaten Pegunungan Bintang ditembaki Orang Tak Dikenal (OTK) saat melintas di Distrik Oksob, Senin (2/3) lalu.

Akibat penembakan tersebut, truk mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tiga karyawan PT Wijaya Kusuma dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oksibil untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah X Provinsi Papua, Osman Marbun menyebutkan, kondisi karyawannya sudah membaik dan sudah keluar dari rumah sakit. Dimana ketiganya sudah kembali ke rumah.

“Dengan kejadian tersebut, proses pengerjaan jalan dihentikan sementara sembari menunggu situasi kondusif,” ucap Marbun saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (4/3).

Marbun tidak mengetahui secara pasti siapa pelaku penembakan, yang pasti selama ini karyawan yang bekerja didampingi pihak keamanan. Hal ini untuk mengantisipasi gejolak-gejolak yang tidak diinginkan.

Secara terpisah, Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Dax Sianturi belum dapat memastikan secara pasti darimana kelompok yang melakukan penembakan terhadap iring-iringin karyawan PT. Wijaya Kusuma tersebut.

“Saya belum tahu itu dari kelompok mana. Karena di Pegunungan Bintang sudah lama tidak ada gangguan keamanan. Kita masih dalami apakah mereka ini aktor baru atau yang lama hidup kembali,” jelas Dax saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Rabu (4/3).

Setahu Dax, pada era 80-an hingga 90-an ada kelompok markas Victoria, namun daerah operasinya di sepanjang perbatasan. “Sejak tahun 2000-an kelompok ini sudah tidak terdengar dan tidak pernah melakukan gangguan keamanan lagi. Untuk itu masih didalami kelompok penembak ini,” ucapnya.

Disinggung apakah senjata yang digunakan pelaku penembakan milik korban heli Mi-17 yang jatuh di puncak Mandala, Distrik Oksop pada Juni 2019. Wakapendam menyebut pihaknya tidak ingin berspekulasi. Namun segala kemungkinan bisa terjadi. “Semua kemungkinan bisa terjadi dan sedang kami pelajari kasus ini,” ucap Dax.

Ia juga menyampaikan Kodam sendiri selalu siap mengamankan pembangunan jika nanti diminta perbantuan pengamanan dari Balai Jalan. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago