Categories: BERITA UTAMA

Pungli Kardus Disinyalir Untuk Danai Papua Merdeka

JAYAPURA – Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol, Victor Mackbon menyampaikan agar warga bisa lebih peduli dengan memberikan informasi apabila menemukan kelompok anak – anak muda yang berdiri di pinggir jalan sambil membawa kardus untuk meminta – minta uang. Biasanya modusnya adalah membersihkan pinggiran jalan dengan cara membabat rumput, membersihkan drainase hingga melakukan penimbunan.

Disela – sela aktifitas tersebut biasanya ada beberapa orang yang ditugasi untuk memegang kardus sambil meminta sumbangan sukarela kepada pengguna jalan. Aksi ini kata Kapolres Mackbon sebaiknya dilaporkan ke aparat untuk selanjutnya dicek maksud dan tujuan dari meminta sumbangan tersebut.

”Meski dilakukan dengan cara meminta secara sukarela namun ini harus jelas. Selama tidak pernah membuat surat untuk melakukan aksi pengumpulan dana secara sukarela maka bisa dikategorikan sebagai pungli dan warga tak perlu menuruti apa yang disampaikan sekalipun sifatnya sukarela,” ujar Kapolres, Mackbon kepada Cenderawasih Pos disela – sela kegiatan penanaman bakau disamping Jembatan Yotefa, Sabtu (3/6).

Pasalnya setelah dilakukan penelusuran ternyata kelompok anak – anak muda ini memiliki afiliasi dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang notabene mendukung gerakan Papua merdeka.

“Memang ada indikasi permintaan dana ini untuk mendukung kelompok – kelompok separatis sehingga minta maaf jika ada pihak yang merasa terganggu saat ditertibkan. Tindakan tegas tetap dilakukan sehingga kami juga meminta warga melapor kalau mengetahui. Kalau mencari dana seharusnya dengan tujuan yang jelas. Bukan justru mengancam negara ini. Ini hal kecil yang kalau didiamkan akan menjadi ancaman,” beber Kapolres.

Diindikasikan lagi aksi meminta sumbangan sukarela menggunakan kardus ini mengarah pada pemerasan secara halus sehingga kata Kapolres pihaknya akan menertibkan. Disini mantan Kapolres Jayapura itu menyampaikan bahwa biasa setelah diamankan, polisi akan langsung melakukan pendataan.

“Jadi sekali lagi ternyata orang – orang ini berafiliasi dengan KNPB. Memang belum ada temuan namun ingat, apa yang didata polisi akan menjadikan indikator, informasi yang dikemudian hari apabila ada perbuatan jahat maka ini bisa dibilang tahap permulaan atau persiapan melakukan kejahatan,” beber Mackbon.

“Inilah yang sedang dikumpulkan oleh aparat keamanan sehingga tidak tepat mengatakan polisi tidak menindak sebab polisi tetap melakukan pendataan dan menyimpan data tersebut. Dari data ini akan menjadi konstruksi hukum agar bisa dilakukan penegakan hukum bagi yang melanggar,” tutup Kapolresta. (ade)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KOTA

Recent Posts

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

45 minutes ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

2 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

3 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

6 hours ago

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

7 hours ago

Terima Tambahan DAU, Bupati Keerom Layangkan Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…

8 hours ago