Categories: BERITA UTAMA

Bertengkar dengan Keluarga, Sayat Leher Hingga Tewas

Petugas medis saat melakukan visum terhadap jenazah Wemp Sarfunin (35) warga Jalan Matoa, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire yang mengakhiri hidupnya dengan menyayat lehernya menggunakan sepihan kaca usai bertengkar dengan keluarganya, Selasa (2/2). (FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA- Wemp Sarfunin (35), warga Jalan Matoa Kelurahan Kalibobo Nabire nekat mengakhiri hidupnya dengan menyayat lehernya menggunakan sepihan kaca usai bertengkar dengan keluarganya sendiri, Selasa (2/2) malam.

 Kapolres Nabire, AKBP. Kariawan Bagus mengatakan, penyidik Satuan Reskrim Polres Nabire tengah mendalami kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap saksi untuk mengetahui motif dari kejadian tersebut.

 “Masih proses penyelidikan. Namun yang jelas korban sudah beberapa kali punya niat untuk melakukan bunuh diri. Kemungkinan dia cemburu dengan adiknya,” ungkap Kapolres Kariawan Bagus saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (3/2).

Ia menerangkan, sekira pukul 16.00 WIT, saksi DW (40) pulang dari Siriwini. Setibanya di rumah, secara spontan saksi dan korban bertengkar. Tak lama kemudian, korban mengambil kaca yang berada di atas plafon dan memecahkan kaca tersebut pada batu yang berada di dekat jendela kamar.

 “Korban lalu menyayat lehernya menggunakan sepihan kaca yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” terangnya.

 Lanjutnya, piket penjagaan Polsek Nabire Kota  yang menerima laporan tersebut langsung turun ke TKP dipimpin Kapolsek Nabire Kota, AKP. Erol Sudrajat.

“Korban langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk dilakukan visum. Anggota juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Anggota sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan. Sementara kasus tersebut didalami oleh Satuan Reskrim Polres Nabire,” tambahnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

15 minutes ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 hour ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

2 hours ago

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

3 hours ago

Perkuat Pengawasan Telur Anpu, Pemprov Siapkan  Surat Edaran Baru

Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…

4 hours ago

RDP Panja Pelayanan Publik Tak Dihadiri Pihak DLHK

   Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…

5 hours ago