

Jenazah 6 korban Pesawat SAM AIR dimasukan dalam peti di Apron Cargo Bandara Wamena usai diturunkan Helikopter Carakal Milik TNI AU dari Kampung Mabualem Distrik Welarek Kabupaten Yalimo Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (27/6) pekan lalu. (FOTO:Denny/ Cepos)
JAYAPURA – Tim DVI Biddokes RS Bhayangkara hingga pekan kemarin masih menunggu hasil tes DNA dari para korban Pesawat Sam Air yang jatuh dalam penerbangan dari Bandara Elelim menuju Lapangan Terbang Poik Kabupaten Yalimo pada Jumat 23 Juni lalu. Tes DNA diperlukan untuk mengidentifikasi jenasah sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Saat ini seluruh DNA jenazah telah dikirim ke Lab DNA Pusdokkes Polri di Jl Cipinang Baru Raya, Jakarta Timur dan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk mendapatkan hasilnya. Kabiddokkes RS Bhayangkara, Dr Nariyana menjelaskan bahwa enam jenasah semua telah dikirim dan pihaknya masih menunggu hasil.
“Kurang lebih 2 pekan baru ada hasilnya,” beber Nariyana di Mapolda Papua pekan kemarin.
Disebutkan dari enam korban ada dua orang yang merupakan kakak beradik. Ini akan sedikit memudahkan karena sample DNA akan mewakili dua korban.
“Sudah saya perintahkan Karo DVI bersama Paur Yankes berangkat ke Lab DNA Pusdokkes Polri dan semoga 2 pekan ke depan semua sudah selesai. Untungnya lab ini terbuka 24 jam,” tambah Nariyana. (ade/wen)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…