

Perempatan ruas jalan Yosudarso Wamena yang dijaga oleh aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PP Pemkab Jayawijaya, Kamis (31/7). (foto:Denny/Cepos)
WAMENA– Rekonsiliasi Daerah yang digagas Pemkab Jayawijaya secara serentak di seluruh wilayah tersebut, benar -benar dilakukan hingga semua aktifitas masyarakat di perkantoran, perbankan, pertokoan, pasar, kios, restoran, warung makan hingga bandara Wamena ditutup dan hanya IGD RSUD Wamena yang beroperasi.
Pelaksanaan rekonsiliasi daerah juga diawasi langsung aparat gabungan dari personil Polres Jayawijaya, Kodim 1702/ Jayawijaya, Batalyon 756/ Wimane Sili, Satpol PP dan Polisi Baliem dari pemkab Jayawijaya di setiap perempatan jalan yang ada dalam Kota Wamena, sehingga tak ada warga yang lewat apabila tak memiliki urusan yang urgen.
Pengamanan yang dilakukan sepanjang jalan dalam kota Wamena oleh aparat gabungan guna mencegah hal -hal yang tidak dinginkan dengan memenfaatkan pelaksanaan rekonsiliasi daerah yang di gagas oleh pemerintah daerah.
Bupati Jayawijaya Athenius Murib, sebelumnya mengaku jika rekonsiliasi ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang dituangkan dalam surat edaran Bupati Jayawijaya sehingga semua aktifitas di hentikan sejak pukul 05.00 Wit sampai pukul 18.00 wit.
“Kita sudah lakukan rapat koordinasi untuk menentukan hal ini, sehingga semua aktifitas di hentikan untuk hari ini, masyarakat hanya melakukan doa di rumah masing -masing dalam rekonsiliasi ini, rekonsiliasi ini juga sudah di setujuk Pemprov Papua Pegunungan dan Kemendagri,” katanya di Wamena Kamis (31/7).
Menurutnya, untuk aktifitas pada tanggal 1 Agustus masih tetap dalam situasi rekonsiliasi sehingga Pemkab akan menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani dihalaman depan kantor Bupati Jayawijaya, ini dilakukan untuk mendoakan kota ini menjadi lebih baik lagi.
“Rekonsiliasi ini dipandang perlu dilakukan dan akan didorong sebagai perda sebagai hari Jayawijaya bertobat,”ujar Athenius Murib.
Bupati juga menyatakan rekonsiliasi ini juga penting dalam membangun kembali keparcayaan, sehingga tujuan dari pelaksanaan rekonsiliasi ini adalah untuk memulihkan hubungan yang rusak, menciptakan keadilan dan perdamaian, membangun kepercayaan dan kerjasama, serta mendorong pertumbuhan individu dan masyarakat.
“Dalam kepemimpinan saya bersama saudara Wakil Bupati, kami ingin mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk dapat untuk dapat mendukung kegiatan ini, dengan melakukan rekonsiliasi mulai dari diri sendiri,”jelas Bupati Murib
Athenius juga mengaku jika, dalam rekonsiliasi secara pribadi ini artinya proses damai dengan diri sendiri, menerima kekurangan dan melepaskan masa lalu untuk mencapai kedamaian batin dan kesejahtrahan, tentunya hal ini melibatkan penerimaan diri , pengampunan diri dan membangun hal yang positif dengan diri sendiri.(jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…
Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…
‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…
Kejadian berlangsung di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, sekitar pukul 02.40 WIB.…
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di…
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan pembangunan koperasi tidak hanya difokuskan pada…