

ilustrasi orang yang terkena campak. (Freepik)
JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan viralnya pengakuan seorang penonton konser F4 di Jakarta yang mengaku sempat terkena campak sebelum menghadiri acara tersebut. Kemenkes menegaskan bahwa campak memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibanding Covid-19 dan dapat menyebar melalui airborne atau percikan air liur.
“Campak itu lebih cepat menular dibanding Covid melalui airborne atau percikan air liur/ludah,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (2/6).
Ia juga menyoroti tidak terlihatnya penggunaan masker pada unggahan viral penonton tersebut yang seharusnya sebagai salah satu langkah pencegahan penularan.
“Keliatannya yang bersangkutan juga tidak menggunakan masker untuk pencegahan penularan,” tambahnya.
Adapun pengakuan itu viral setelah diunggah akun Threads @theolawp. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku mengalami campak tiga hari sebelum konser F4 digelar. Ia menyebut awalnya pasrah dan siap mengikhlaskan tiket konser karena kondisi kulit yang mengalami ruam dan penyakit tersebut diketahui sangat menular. Namun, ia mengaku akhirnya pulih dan tetap bisa menghadiri konser.
“Masih ga nyangka kmrn bisa punya kesempatan nonton F4 karna… h-3 aku kena campak dong dgn kondisi kulit sebadan kyk gini+menular bgt. Dah bener2 pasrah… mencoba utk menerima legowo ikhlasin aja tu tiket angus,” tulisnya. Unggahan itu kemudian menuai perhatian publik dan memicu kekhawatiran terkait potensi penularan di tengah kerumunan konser.
Page: 1 2
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…
Antrean panjang ini terjadi menyusul dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di…
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu memaparkan materi Gubernur Apolo Safanpo terkait potensi pertanian…