Upaya tersebut perlu didukung penguatan pengelolaan sumber daya air melalui revitalisasi waduk serta peningkatan jaringan distribusi air guna menjamin ketersediaan air bersih, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun operasional pembangkit listrik tenaga air. Selain itu, kewaspadaan terhadap dampak lingkungan juga perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan sistem respons cepat terhadap potensi penurunan kualitas udara serta memperkuat kesiapsiagaan sektor kehutanan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.
BMKG menegaskan bahwa seluruh proyeksi ini merupakan bentuk peringatan dini (early warning) yang harus segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata (early action) oleh seluruh pemangku kepentingan guna meminimalkan risiko kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Sebagai bagian dari rangkaian penyidikan yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir, penyidik melaksanakan tindakan…
Pasca kasus pemukulan yang terjadi di RSUD Yowari Kabupaten Jayapura, menimpa seorang dokterdan satu tenaga…
Proyek strategis yang sempat tertunda, yakni Puskesmas Perintis, dipastikan segera memasuki tahap konstruksi fisik. Kepala…
Personel Polres Keerom mengamankan ASS alias L, warga Arso diduga pemilik tanaman ganja yang ditanam…
Paino belum bisa memastikan penyakit atau jenis hama apa yang sedang menyerang padi tersebut. Namun…
Agen travel haji dan umrah tidak hanya sekadar menjual paket perjalanan, namun juga memberikan berbagai…