Upaya tersebut perlu didukung penguatan pengelolaan sumber daya air melalui revitalisasi waduk serta peningkatan jaringan distribusi air guna menjamin ketersediaan air bersih, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun operasional pembangkit listrik tenaga air. Selain itu, kewaspadaan terhadap dampak lingkungan juga perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan sistem respons cepat terhadap potensi penurunan kualitas udara serta memperkuat kesiapsiagaan sektor kehutanan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.
BMKG menegaskan bahwa seluruh proyeksi ini merupakan bentuk peringatan dini (early warning) yang harus segera ditindaklanjuti melalui langkah nyata (early action) oleh seluruh pemangku kepentingan guna meminimalkan risiko kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…