Categories: NASIONAL

Board of Peace Bentukan Donald Trump Dinilai Berbau Imperialisme

Gusdurian Desak Indonesia Tarik Diri

JAKARTA – Inisiatif internasional yang dilakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk Dewan Perdamaian atau Dewan Perdamaian mendapat sorotan cukup tajam di Tanah Air. Pasalnya, inisiatif tersebut dinilai tidak benar-benar mau membantu fasilitasi terwujudnya perdamaian antara Israel dengan Palestina. Sebaliknya, inisiatif tersebut justru dinilai untuk melanggengkan imperialisme dan dominasi politik Amerika di dunia internasional.

Jaringan Gusdurian Indonesia secara tegas menolak Board of Peace bentukan Donald Trump karena dinilai sangat kental dengan kepentingan Amerika Serikat yang merupakan sekutu utama Israel.

Di sisi lain, Palestina sama sekali tidak dilibatkan dalam proses konsultasi sejak awal pembentukan Board of Peace dan tidak ada satu pun perwakilan Palestina yang duduk di dalam dewan tersebut. Inisiatif Donald Trump juga dinilai dapat melemahkan lembaga resmi internasional seperti PBB, dan berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak transparan.

“Menolak Board of Peace yang digagas oleh Presiden Donald Trump karena hal itu nyata-nyata bukan jalan menuju kemerdekaan bangsa Palestina dan merupakan upaya dominasi politik imperial dengan bungkus perdamaian,” tegas Alissa Wahid, Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia, dalam keterangannya.

Gusdurian juga menyoroti keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace bentukan Donald Trump. Bagi jaringan yang anggotanya adalah para pecinta mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, keterlibatan Indonesia melanggar amanah konstitusi sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD tentang kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ribuan Warga Intan Jaya Masih Mengungsi

Hanya saja dari banyaknya "pembantu" ini pemerintah diharapkan tak lupa bahwa ada hak dari ribuan…

19 hours ago

Kekerasan Bersenjata di Tanah Papua Meningkat

Pembela HAM Papua, Theo Hesegem menyampaikan, konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah seperti Kabupaten…

20 hours ago

Dari Seks Sesama Jenis hingga Pencabulan Anak oleh Orang Tua Kandung

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura melalui layanan P2TP2A…

21 hours ago

Para Lansia Juga Bakal Kebagian MBG

Program ini menyasar warga lanjut usia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian serta…

22 hours ago

Aspirasi Provinsi Papua Utara Bukan “Barang Baru”

Menurut Wilem, sejarah mencatat bahwa gaung pemekaran Papua Utara sudah dimulai sejak tahun 2012. Ia…

2 days ago

Usir Penjual Sayur Keliling, Kadistrik Sentani “Dirujak” Netizen

Dari video yang sudah ditonton ribuan orang ini tak sedikit yang tidak setuju dengan cara…

2 days ago