Categories: METROPOLIS

Suhu Naik, Bukan Karena Gelombang Panas

JAYAPURA-Suhu udara di sebagian besar wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura terasa cukup panas dan menyengat. Jika dilihat dari suhu udara maksimum yang terukur di beberapa stasiun pengamatan BMKG, suhu rata – rata maksimumnya berkisar antara  31 – 34 OC.

   “Hal tesebut disebabkan oleh beberapa factor, pertama, karena adanya pergerakan semu matahari yang pada bulan September – Oktober matahari berada di sekitar ekuator sehingga penyinaran matahari menjadi lebih intens,” kata Pelaksana Harian Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura, Serly Hartiningsih, Jumat (20/10).

   Hal lain yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut karena adanya anomali iklim El Nino yang dipengaruhi suhu muka permukaan laut pasifik di ekuator bagian timur yang berakibat pada minimnya pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia termasuk wilayah Papua. Akibatnya panas Matahari langsung ke bumi tanpa adanya tameng (pelindung).

   “Penyebab terakhir adalah karena wilayah Indonesia juga masih didominasi oleh angin timuran yang massa udaranya berasal dari Benua Australia. Massa udara yang dibawa oleh angin timuran ini bersifat kering sehingga panas yang dirasa akan semakin menyengat,” ujarnya.

   Namun, suhu yang terasa panas ini tidak berkaitan dengan gelombang panas, karena negara Indonesia termasuk wilayah Papua adalah negara kepulauan dan memiliki perairan yang luas. Keberadaan laut ini berfungsi sebagai pendingin, sehingga Indonesia tak sampai mengalami kenaikan suhu rata-rata sampai kurang lebih 5 derajat Celcius selama 5 hari berturut-turut.

  Lebih lanjut, suhu udara yang terpantau sepanjang Oktober juga masih dalam kategori normal.

Dalam menghadapi cuaca panas, masyarakat dimohon untuk tidak perlu panik dan terpengaruh oleh kabar – kabar bohong yang tersebar di Internet.

  “Kami menganjurkan untuk mengkonsumsi air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan memakai tabir surya saat beraktivitas diluar rumah untuk mencegak kulit terbakar panas matahahari,”pungkasnya.(roy/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

12 minutes ago

Polisi Temukan 12 Pohon Ganja di Distrik Hubikosi

- Sat Narkoba dan Polsek Wamena Kota menemukan sebuah ladang berukuran panjang 4 Meter dan…

1 hour ago

Kepala BIN Sebut Pentingnya Regulasi Tangkal Spionase dan Intervensi Asing

   Mengingat negara-negara demokrasi maju telah memiliki regulasi serupa, Indonesia dinilai sangat membutuhkan aturan hukum…

2 hours ago

Ibu Korban Sempat Ditolak Masuk Ruang Sidang

Kuasa hukum keluarga korban, Sergius Wabiser, mengatakan pemeriksaan saksi telah dimulai sekitar pukul 11.00 WIT.…

3 hours ago

Kemenkes Kembalikan Dua Sertifikat Aset Tanah kepada Pemkot

  Dua sertifikat tersebut mencakup aset tanah Puskesmas Tanjung Ria serta Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR)…

3 hours ago

Rumah Pensiunan Karyawan Swasta di Kwamki Ludes Terbakar

Insiden yang terjadi saat warga tengah beristirahat tersebut melalap habis seluruh bangunan rumah serta menghanguskan…

4 hours ago