

Antrean warga saat mengurus dokumen kependudukan di Kantor Disdukcapil Kota Jayapura, Kamis (8/6). (FOTO:Robert Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Kepala Bidang Pengelolaan informasi administrasi kependudukan, dinas kependudukan dan catatan sipil kota Jayapura, Sapta Adi Widodo mengakui saat ini cukup banyak masyarakat di kota Jayapura yang mengalami kendala atau kesulitan pada saat pengurusan dokumen kependudukan yang mendaftar melalui online.
“Sekarang antrean banyak di kantor dinas mungkin karena terkendala dengan pendaftaran secara online. Daftar online ini memang masih banyak yang belum paham sehingga mereka datang untuk mendapatkan informasi,” kata Sapta Adi Widodo, saat dikonfirmasi Cendrawasih pos di kantor dinas kependudukan dan catatan sipil kota Jayapura Kamis (8/6),kemarin.
Dia mengatakan semestinya apabila pelayanan ini sudah berjalan normal seharusnya dokumen-dokumen yang diurus itu sudah bisa masuk ke email masing-masing. Terutama melalui alamat email yang digunakan pada saat mereka mendaftar.
“Sementara masyarakat kadang mungkin lupa mengecek kembali emailnya, ya mungkin ini kita sambil belajar, sambil bersosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat juga,” jelasnya.
Dia mengatakan saat ini program pelayanan dokumen kependudukan di Kota Jayapura itu sudah terintegrasi di dalam program Pace Dukcapil, yang mana pendaftarannya dilakukan secara online. Dokumen kependudukan itu mulai dari kartu keluarga KTP, akta kelahiran hingga akta kematian dan dokumen kependudukan lainnya. (roy/tri)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…