Categories: METROPOLIS

Ajak Warga Konsumsi Pangan Lokal

JAYAPURA-Ketersediaan pangan terutama beras belakangan ini memang menjadi perbincangan hangat karena adanya prediksi kekurangan stok secara nasional, yang disebabkan karena beberapa daerah produsen di wilayah Indonesia yang mengalami kekeringan, sehingga  hasil panen menurun pada tahun ini.

Karena itu, penjabat Walikota Jayapura,  Frans Pekey, mengajak masyarakat di Kota Jayapura supaya tidak perlu panik menyikapi informasi ini namun dia mengajak masyarakat untuk kembali mengkonsumsi pangan-pangan lokal yang mudah dijangkau dan tersedia di kota Jayapura.

  “Saya ajak masyarakat Supaya kembali ke pangan asli kita, ada sagu, umbi-umbian, dan banyak lagi. Nenek moyang kita kenalnya itu, bukan beras, jadi saya pikir kalau stok beras ini berkurang, kita tidak susah makan, konsumsilah makanan pokok kita,” ujar Frans Pekey belum lama ini.

   Untuk saat ini berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak asosiasi pedagang di Kota Jayapura untuk ketersediaan bahan pangan masih dalam kondisi aman.  Itu diketahui setelah pihaknya turun ke pusat perbelanjaan termasuk pasar beberapa waktu lalu untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pangan di masyarakat.

   Selain itu, Pemkot juga akan mengundang pihak Bulog untuk memastikan mengenai stok atau cadangan pangan terutama beras di Kota Jayapura untuk beberapa bulan ke depan.

“Kami  mengundang Bulog bagaimana   stok cadangan pangan,  di Kota Jayapura terutama pada saat beberapa bulan ke depan dan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait,”imbuhnya.

   Di sisi lain, Pj Wali Kota juga  mengajak masyarakat di Kota Jayapura untuk menerapkan hidup hemat.  Karena fenomena kekeringan yang terjadi saat ini bukan saja melanda Indonesia tetapi itu terjadi secara global terutama di beberapa negara yang menjadi produksi pangan.

   “Imbauan saya kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura,  dengan Fenomena global yang sedang terjadi belakangan ini,   terjadi penurunan produksi khususnya beras, terutama Sumatera Sulawesi dan Pulau Jawa yang berakibat pada terjadinya gagal panen.  Imbauan saya  kita harus lakukan  penghematan,” tambahnya. (roy/tri)

newsportal

Recent Posts

Hari Kedua Pencarian, 4 Nelayan Hilang Kontak di Perairan Atuka Belum Ditemukan

Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…

14 hours ago

PNG Semakin Perberat Hukuman bagi Nelayan Indonesia

Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…

15 hours ago

Kasus Penipuan Loker di Mimika, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…

16 hours ago

BNN Mimika: Tembakau Sintetis Marak di Kalangan Pelajar

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…

17 hours ago

Kemenkes Gandeng Pemprov Papeg, Buka Layanan Jantung Hingga Kanker

Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…

18 hours ago

Polisi Selidiki Kebakaran Rumah di Kelurahan Kelapa Lima

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…

19 hours ago