Categories: METROPOLIS

Miras Ilegal Hingga Hak OAP Jadi Perhatian Bersama

Pj Wali Kota Bertemu Tim Pokja Agama MRP Bahas Berbagai Hal

JAYAPURA-Penjabat Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey  M.Si.,  mengungkapkapkan, masalah minuman beralkohol  di Kota Jayapura sudah ada Perda yang mengaturnya dan ini juga mengikuti kebijakan aturan dari pusat. Sehingga peredaran minuman beralkohol yang ada izin resminya tentu tidak bisa ditutup kecuali minuman lokal atau minuman beralkohol yang dijual tidak ada izinya bisa ditindak sesuai aturan hukum.

 Namun disatu sisi untuk penjualan Miras ilegal dan milo tentu ada banyak kepentingan sehingga harus ada komitmen bersama dalam mengatasi semua ini. Hal ini dikatakan, Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey, saat menerima kunjungan Pokja Agama MRP Papua bersama Toni Wanggai dan tim saat diterima di ruang kerja Pj Wali Kota Jayapura, Senin (2/8)kemarin.

 Frans Pekey menambahkan, terkait penjualan Minuman beralkoho yang ada izinya Pemkot ikuti aturan regulasi yang lebih tinggi sehingga semua Perda aturan yang di bawah rujukannya kepada peraturan yang lebih tinggi.

 “Kita akan melakukan evaluasi terhadap ada yang sudah ada Perda Nomor 8 Tahun 2014 tentang peredaran minuman beralkohol di Kota Jayapura ini yang resmi.Tapi juga ada yang miras ilegal dan Milo sehingga semua itu banyak kepentingan yang masuk di Kota Jayapura ini yang harus kita berantas bersama,”ujarnya.

“Generasi OAP harus kita siapkan dengan baik dalam.memajukan Papua, generasi OAP harus jauh terhindar dari Miras  karena mereka adalah generasi penerus di Tanah Papua. Oleh karena itu, siapa yang melanggar bisa diberikan sanksi tegas dan bagi para pemabuk yang suka bikin rusuh tetap harus ditindak secara tegas ini demi Kenyamanan dan keamanan bersama.

  Frans juga mengakui, terkait hak masyarakat adat terutama dalam kepemilikan tanah, ia setuju memang tidak ada lagi transaksi jual beli tanah tapi didorong melalui sistem sewa-menyewa atau kontrak, sehingga Pokja Agama MRP minta untuk menyusun atura dalam bentuk regulasi dan ini akan dikaji bersama dengam DPRD.

Termausk juga bagaimana menjaga harmonisasi dengan lingkungan yang ada, karena di Kota Jayapura penduduknya heterogen,  kota majemuk semua kelompok tetap harus bisa merawat Persatuan dan Kesatuan serta Kamtibmas.

 Kata Pekey, soal menjaga kelestarian sumber daya alam di Koa Jayapura  juga ikut dibahas ini demi keberlangsungan bersama daam menjaga ekosistim yang ada baik menjaga hutan, laut, dan lainnya. Jadi ini tugas bersama.(dil)

newsportal

Recent Posts

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

1 hour ago

Surplus Produksi Telur Papua Perkuat Pasokan Dapur MBG

Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…

5 hours ago

Pengunjung Kurang, Pendapatan Pengelola Pantai Hamadi Merosot

   Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…

6 hours ago

Uskup dan Ordo Sepakati Anggaran Dasar Unika Fajar Timur Papua

  Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…

7 hours ago

Festival Port Numbay 2026 Promosikan Potensi Kampung Wisata

   Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…

8 hours ago

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Pemkot Perkuat Legalitas dan Manajemen

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…

9 hours ago