Categories: PEGUNUNGAN

Batasan Aktifitas Masyarakat Kembali Direvisi

Rapat Forkopimda Jayawijaya yang dilakukan di halaman Belakang Gedung Wenehule Huby Kantor Otonom Jayawijaya Senin (4/5) kemarin. ( FOTO: Denny/ Cepos )

Diperpanjang 14 Hari, Aktifitas Pukul 06.00-18.00 WIT

WAMENA-Pemkab Jayawijaya kembali merevisi aturan  pembatasan aktifitas masyarakat, yang tadinya dari pukul 06.00 WIT sampai pukul 12.00 WIT, diubah menjadi pukul 18.00 WIT, mulai Rabu (6/5) hari ini. Begitu pun dengan penutupan Bandara Wamena diperpanjang selama 14 hari kedepan. Hal ini untuk menyikapi penyebaran Covid-19 yang belum reda. 

   “Pembatasan aktifitas dari 06.00-12.00 WIT akan diperpanjang dari 06.00-18.00 WIT selama 14 hari kedepan, agar masyarakat bisa melakukan aktifitasnya lebih panjang, sementara untuk bandara masih belum bisa dibuka sementara waktu,”ungkap  Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua Selasa(5/5) kemarin

   Menyangkut para sopir lanjuran, Bupati harus  sesuai ketentuan. Tidak boleh keluar masuk seenaknya, tapi harus mendapatkan surat rekomendasi dari Pemda selanjutnya Surat Kesehatan dapat dikeluarkan oleh Tim Kesehatan.

   “Kami akan berkoordinasi kembali dengan Pemda lainnya, sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Semoga dengan rakor ini dapat membuahkan hasil yang baik. Untuk Tim Sweeping Pembatasan Sosial harus bertindak dengan tegas. Pemda akan keluarkan surat edaran agar semua masyarakat Jayawijaya dapat memahaminya dan mematuhi aturan tersebut.”Tegas Bupati 

  Di tempat yang sama Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengaku setuju dengan keputusan  pembatasan dari pukul 06.00-18.00 WIT dan Kepolisian selalu menerapkan tindakan humanis.

  Hal yang serupa juga disampaikan Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto. Pihaknya setuju. “Kami melihat bahwa pembatasan sampai pukul 12.00 WIT sebagian masyatakat Jayawijaya dapat mematuhi aturan Pemda   dengan menutup tempat usahanya,” bebernya.

  Candra Dianto juga menyebutkan jika sesuai   aturan Pemerintah Pusat Penanganan Tim Covid-19 diserahkan kembali ke daerah masing-masing, namun belum ada aturan yang tegas pada saat Pos Penanganan di Perbatasan Kabupaten.

  “Perlu adanya pembentukan Tim Covid-19 yang terorganisasi sehingga Tim ini dapat bertindak sesuai dengan SOP. Tim Relawan Lapago harus bertindak sesuai dengan sasaran dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan harus melaporkan kegiatannya kepada Bupati Jayawijaya.”tegasnya

   Selain itu Plt Sekda Jayawijaya Tinggal Wisono menyatakan Perlu diketahui bahwa sesuai hasil Vicon dengan Pemprov Papua puncak pandemi pada bulan Juni 2020, namun dapat mencegahnya dengan Pembatasan Sosial dan terus menekan penyebaran Covid-19 di Jayawijaya.

  “Pemda akan mengeluarkan surat mengenai hasil keputusan Rakor ini sehingga semua masyarakat dapat mengetahuinya.”tutupnya. (jo/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

LBH Desak MBG Dihentikan di Tanah Papua

   Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…

2 hours ago

Kondisi Membaik, Lima Pasien Keracunan MBG Pulang

Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan  usai mengonsumsi menu Makan…

3 hours ago

Pemkot  Diminta Perhatikan Kondisi Damkar

    Barend mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi sejumlah alat utama dan peralatan operasional…

5 hours ago

Dorong Kemandirian Ekonomi, DPMK Perkuat Pembinaan BUMKam

  Kepala DPMK Kota Jayapura, Makzi L. Atanay, mengatakan BUMKam merupakan badan usaha milik kampung…

6 hours ago

11 Serpihan Proyektil Diangkat dari Tubuh Korban

   Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi…

7 hours ago

Masyarakat Pesisir Jadi Sasaran Serbuan Teritorial Kodaeral X

   Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi militer, melainkan akselerasi operasi bakti yang melibatkan TNI,…

8 hours ago